KETIK, MOJOKERTO – Secercah senyum kebahagiaan akhirnya muncul kembali di wajah Sukarno, warga Magersari, Kota Mojokerto, yang sempat kehilangan tumpuan hidup setelah becak satu-satunya raib digondol maling saat ia tertidur lelap.
Senyum itu terpancar saat sebuah becak baru berwarna merah, putih, dan hitam diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, yang akrab disapa Cak Sandi, sebagai pengganti becaknya yang telah hilang.
Tak hanya kehilangan becak, ujian hidup Sukarno sempat bertambah berat ketika rumahnya kembali dibobol pencuri saat ia tidur di kamar belakang rumahnya, mengakibatkan mesin jahit dan perkakas kerjanya ikut raib.
Di balik penyerahan becak gratis tersebut, terselip pesan mendalam yang menyentuh sisi kemanusiaan, terutama di tengah suasana bulan kemerdekaan.
"Sampean kena musibah pas bulan kemerdekaan, tapi sampean tetap bantu-bantu lomba di kampung. Tetap semangat mencari rizki yg halal dan barokah. Aku gak njaluk opo-opo, mek njaluk sampean tetep dadi wong apik," ucap Cak Sandi penuh ketulusan kepada Sukarno.
Dengan senyum lebar dan mata yang berkaca-kaca, Sukarno menaiki becak baru tersebut, mencoba kayuhan pertamanya di atas roda yang kembali membawa harapan baru bagi hari esoknya.
Selain menyerahkan becak gratis, kedatangan orang nomor dua di Kota Mojokerto tersebut yang hadir bersama istri juga turut menyerahkan bantuan sembako kepada Sukarno sebagai wujud tali asih dan kepedulian mendalam bagi sesama yang tengah tertimpa kesusahan.
"Bantuan ini murni urusan kemanusiaan, bukan urusan jabatan,"Pungkasnya.
Sebelumnya becak milik Sukarno hilang saat diparkir di depan rumah di kelurahan Magersari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Selain becak rumah sukarno juga dibobol maling, ia kehilangan mesin jahit yang selama ini menjadi tambahan penghasilan selama di Kota Mojokerto.(*)
.png)