Ansor Jatim Soroti Dampak Sound Horeg, Banser Siap Diterjunkan

18 September 2026 22:19 18 Sep 2026 22:19

Hanifuddin Musa, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Ansor Jatim Soroti Dampak Sound Horeg, Banser Siap Diterjunkan

Ketua Ansor Jawa Timur (Jatim) H Musaffa' Safril. (Foto: Hanif/Ketik.com)

KETIK, JAWA TIMUR – Dentuman bass sound horeg yang menggelegar di tengah karnaval atau festival mungkin menjadi hiburan bagi sebagian orang. Namun, bagi warga yang tinggal di sepanjang jalur perlintasan, suara bervolume ekstrem itu tak selalu menghadirkan kegembiraan.

Di balik meriahnya iring-iringan sound horeg, terselip cerita tentang warga yang merasa terganggu, peternak yang mengeluhkan kematian hewan ternak, hingga diduga memakan korban jiwa.

Keresahan tersebut mendapat perhatian serius Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur. Organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) itu menyatakan kesiapan mengerahkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk membantu pemerintah dan aparat dalam menjaga ketertiban selama karnaval berlangsung.

"Insya Allah Banser siap untuk membantu pemerintah jika perlu untuk ikut menertibkan," kata Ketua Ansor Jatim H Musaffa' Safril, Jumat 18 September 2026.

Sebab, lanjut Gus Safril sapaan akrabnya, menilai persoalan sound horeg sudah membutuhkan penanganan yang lebih serius. Karena penggunaan perangkat suara dengan volume ekstrem berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Sejauh ini, Ansor Jatim dikatakan sudah menerima sejumlah laporan dari anggota di lapangan mengenai dampak penggunaan sound horeg. Di wilayah Jember dan Lumajang, misalnya, terdapat laporan warga hingga meninggal dunia diduga dipicu sound horeg.

Walaupun perlu diverifikasi dan dianalisis dari segi medis, namun persoalan ini tetap perlu diseriusi. Oleh karena itu, menurut kami, Pemerintah Jawa Timur (Pemprov Jatim) harus tegas karena sudah banyak korban.

"Walaupun perlu diverifikasi, tapi ada yang ngaku melihat sanak saudaranya meninggal saat ada sound horeg melintas di depan rumahnya nyala dengan volume yang sangat keras di kawasan Jember-Lumajang," jelasnya.

Keluhan lain juga datang dari kalangan peternak. Anggota Ansor menerima laporan mengenai hewan ternak yang mati mendadak ketika armada sound horeg melintas.

Di sisi lain, dentuman suara berintensitas tinggi dikhawatirkan mengganggu lingkungan dan berpotensi merusak bangunan rumah warga di sepanjang rute perlintasan.

Berbagai laporan tersebut menjadi perhatian Ansor Jatim dalam mendorong penggunaan sound horeg yang lebih tertib dan tidak mengorbankan kenyamanan masyarakat.

Tidak Menolak, tetapi Harus Diatur

Gus Safril menegaskan, Ansor Jatim pada dasarnya tidak menolak keberadaan sound horeg. Hiburan masyarakat tetap dapat berjalan, selama penggunaannya memperhatikan keselamatan dan kepentingan warga.

Ia mendorong agar sound horeg difungsikan di lokasi khusus, seperti lapangan terbuka yang jauh dari permukiman.

Dengan begitu, masyarakat tetap dapat menikmati hiburan tanpa harus berhadapan langsung dengan suara ekstrem di depan rumah.

"Menurut kami pemerintah harus tegas untuk menertibkan sound horeg yang sudah semakin membahayakan. Personel Banser siap disiagakan jika dibutuhkan untuk membantu menjaga ketertiban selama acara berlangsung," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Ansor Jatim Sound Horeg Banser Siap Diterjunkan Dampak Sound Horeg H. Musaffa Safril