KETIK, SURABAYA – Sebanyak 84 jemaah haji Debarkasi Surabaya dilaporkan wafat, hingga tanggal 25 Juni 2026. Puluhan jemaah yang telah wafat ini didominasi mereka dari kategori risiko tinggi (risti) dan memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid.
Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, sekaligus Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan menyampaikan duka cita yang mendalam.
"Tercatat dari Debarkasi Surabaya ada sekitar 84 jemaah haji yang wafat. Rinciannya 77 orang wafat di Arab Saudi, 6 orang di Debarkasi dan 1 orang saat di embarkasi," katanya saat ditemui awak media di ruang Bir Ali, Asrama Haji Surabaya, Jumat, 26 Juni 2026.
Lanjutnya, melaporkan jemaah yang telah wafat. Ia juga mengatakan, sejumlah jemaah yang baru tiba di Tanah Air langsung mendapatkan perawatan medis untuk mengetahui kondisi terkini.
Hasilnya, sebanyak 23 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Haji, 23 jemaah ke Rumah Sakit Daerah dan 1 jemaah ke Rumah Sakit Swasta.
"Sementara itu masih ada sekitar 32 jemaah haji asal Debarkasi Surabaya yang tertinggal di Arab Saudi, dimana 23 di antaranya sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tempat. Mayoritas akibat gangguan pernapasan dan jantung," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rosidi mengimbau kepada jemaah untuk tidak banyak melakukan aktivitas, bagi mereka yang masih di Tanah Suci. Terlebih bagi jemaah yang baru saja menyelesaikan Armuzna.
"Bagi jemaah di Arab Saudi diingatkan untuk cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, menjaga hidrasi dan tidak memaksakan diri dalam kegiatan ibadah fisik harian," jelasnya.
Sementara itu hingga berita ini ditulis, Asrama Haji Debarkasi Surabaya telah menerima 93 kloter dengan total 35.216 jemaah dan petugas haji atau sekitar 80 persen dari keseluruhan. (*)
.png)