75 Persen Wilayah Malang Raya Masuk Musim Kemarau, BMKG Prediksi Durasi Bakal Lebih Panjang

12 Juni 2026 13:41 12 Jun 2026 13:41

Kukuh Kurniawan, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail 75 Persen Wilayah Malang Raya Masuk Musim Kemarau, BMKG Prediksi Durasi Bakal Lebih Panjang

Ilustrasi musim kemarau. Menurut BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, sebanyak 75 persen wilayah Malang Raya telah memasuki musim kemarau.

KETIK, MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Karangploso Malang menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu telah memasuki musim kemarau. 

Prakirawan BMKG Karangploso Malang, Linda Fitrotul, mengatakan bahwa transisi menuju musim kemarau di beberapa titik bahkan sudah terjadi sejak bulan lalu. 

"Hampir 75 persen wilayah Malang Raya sudah masuk musim kemarau. Di sebagian wilayah, awal musim kemarau sudah dimulai sejak dasarian pertama bulan Mei," ujarnya saat dikonfirmasi oleh Ketik.com, Jumat, 12 Juni 2026. 

Meski demikian, Linda menjelaskan bahwa ada beberapa wilayah Malang Raya yang hingga saat ini masih terjadi hujan atau sedang dalam masa peralihan musim. 

"Untuk wilayah - wilayah yang memang agak berbeda seperti daerah tenggara Kabupaten Malang yang dekat dengan Lumajang, itu posisinya belum masuk musim kemarau," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan bijak dalam menyikapi kondisi cuaca ke depan. Berdasarkan hasil prediksi dan analisis data dari BMKG, durasi musim kemarau pada tahun 2026 ini diperkirakan akan berlangsung lebih kering dan lebih lama. 

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh fenomena El Nino yang diperkirakan masih bertahan hingga awal 2027. Sehingga, berpotensi memperkuat karakteristik musim kemarau di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan adanya potensi kemarau yang lebih panjang, warga Malang Raya diharapkan untuk mengantisipasi dampaknya. Seperti potensi krisis air dan penurunan debit air untuk pertanian hingga meningkatnya risiko kebakaran lahan dan hutan terutama di kawasan lereng gunung. 

"Untuk tahun ini, diprediksi musim kemarau akan lebih panjang untuk beberapa wilayah," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Masuki Musim Kemarau BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Musim Kemarau Prakirawan BMKG Karangploso Malang Linda Fitrotul El Nino