Korban Banjir di Nagan Raya Terancam Wabah Penyakit, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan

Editor: T. Rahmat

30 Nov 2025 22:08

Headline

Thumbnail Korban Banjir di Nagan Raya Terancam Wabah Penyakit, Anak-Anak dan Lansia Paling Rentan
Salah seorang pengungsi melakukan pengecekan kesehatan di posko kesehatan dalam Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Minggu, 30 November 2025. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

KETIK, NAGAN RAYA – Empat hari pascabanjir besar yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kondisi kesehatan warga mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan. Banyak pengungsi mulai terserang berbagai penyakit seperti infeksi kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga diare.

Lingkungan permukiman yang masih dipenuhi lumpur dan puing banjir menjadi pemicu utama munculnya penyakit. Minimnya pasokan air bersih membuat warga kesulitan menjaga kebersihan diri dan sanitasi dasar.

Pantauan di lapangan menunjukkan posko kesehatan yang berada di Desa Blang Meurandeh dipenuhi warga yang membutuhkan perawatan. Anak-anak dan lansia mendominasi antrean pasien karena daya tahan tubuh mereka yang lemah setelah berhari-hari berada di lokasi banjir dan pengungsian.

“Minimnya pasokan air bersih menyebabkan warga kesulitan menjaga kebersihan, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama di posko-posko pengungsian yang menampung ratusan warga,” kata Saiful, Kepala Puskesmas Beutong Ateuh Banggalang, Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga:
Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

Ia menjelaskan, sebagian warga bahkan terpaksa menggunakan air yang tidak layak untuk mandi dan mencuci karena tidak ada pilihan lain. Kondisi ini memperburuk situasi dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular.

Saiful mengaku jumlah pasien terus meningkat sejak hari pertama banjir surut. Namun, keterbatasan tenaga dan fasilitas kesehatan menjadi kendala besar karena akses menuju wilayah terdampak masih terputus dan rawan longsor.

“Menghadapi situasi yang semakin mengkhawatirkan, kami mulai memperketat layanan dengan melakukan pemeriksaan langsung ke setiap titik pengungsian,” ujarnya.

Untuk warga di tiga desa lain yang masih terisolasi, tenaga medis yang kebetulan terjebak di wilayah tersebut diminta tetap memberikan penanganan darurat sambil menunggu bantuan medis tambahan dari luar.

Baca Juga:
Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

“Alhamdulillah, stok obat untuk beberapa hari ke depan masih cukup. Begitu juga untuk desa lain yang masih terisolir. Mereka masih memiliki tenaga medis yang terus memberikan pelayanan,” jelas Saiful.

Warga kini mendesak pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan segera mengirimkan bantuan sanitasi, air bersih, obat-obatan tambahan, serta fasilitas kesehatan darurat untuk mencegah potensi wabah yang lebih luas.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar wilayah terdampak masih sulit dijangkau karena kerusakan jalan dan jembatan yang belum diperbaiki. (*)

Baca Sebelumnya

Disperindag Sukses Gelar Pasar Murah Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang, Sembako Ludes Terjual

Baca Selanjutnya

Akhir Tahun, Ascent Hotel & Cafe Malang Optimis Okupansi Tembus 100%

Tags:

kesehatan Banjir Aceh Aceh Banjir Nagan Raya Ispa Beutong Ateuh Banggalang

Berita lainnya oleh T. Rahmat

Kampung Nelayan di Abdya, Harapan Lama yang Kembali Menyala Seperti Era 90-an

18 April 2026 16:20

Kampung Nelayan di Abdya, Harapan Lama yang Kembali Menyala Seperti Era 90-an

Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

17 April 2026 21:09

Sempat Jadi Sorotan, Kini Perum Bulog Blangpidie Gandeng Kilang Padi Lokal

Kolaborasi Safaruddin dan Jamaluddin Idham, KKP Survei Kampung Nelayan Abdya

17 April 2026 20:48

Kolaborasi Safaruddin dan Jamaluddin Idham, KKP Survei Kampung Nelayan Abdya

Soroti Kebijakan Kemitraan, YARA Desak Kanwil Bulog Aceh Copot Pinca Blangpidie

17 April 2026 13:43

Soroti Kebijakan Kemitraan, YARA Desak Kanwil Bulog Aceh Copot Pinca Blangpidie

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

15 April 2026 21:13

Berhasil Susun Dokumen PJPK Berkualitas, Bupati Nagan Raya Raih Penghargaan dari BKKBN

Perkuat Kepastian Hukum Tanah, Kantah Abdya Gandeng Kejari dan Kemenag

14 April 2026 14:58

Perkuat Kepastian Hukum Tanah, Kantah Abdya Gandeng Kejari dan Kemenag

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda