Kunjungi Brenjonk, Mahasiswa Singapura Takut Tenggelam saat Tanam Kangkung

Jurnalis: Marno
Editor: M. Rifat

23 Mei 2023 02:01

Thumbnail Kunjungi Brenjonk, Mahasiswa Singapura Takut Tenggelam saat Tanam Kangkung
Mahasiswa asal Singapura yang kuliah di Unair mengunjungi Brenjonk, Komunitas Pertanian Organik di Desa Padusan, Kecamatan Trawas. (Foto: Andung Kurniawan/Ketik.co.id)

KETIK, MOJOKERTO – Warga Mojokerto mungkin tidak asing dengan Trawas, wilayah kecamatan selain Pacet, yang menjadi jujugan wisata karena banyak obyek dan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi.

Bisa dikatakan hampir tiap akhir pekan, jalan menuju Trawas dan Pacet dipenuhi kendaraan bahkan sering kali terjadi kemacetan.

Tapi mungkin belum banyak orang yang mengenal Brenjonk, sebuah komunitas pertanian organik yang terletak di Desa Padusan, Kecamatan Trawas.

Meskipun demikian, siapa sangka Brenjonk ternyata sudah dikenal dan dikunjungi wisatawan mancanegara. Bahkan di Brenjonk juga menjadi ajang eduksai bagi masyarakat termasuk dari kalangan Pendidikan, muai taman-kanak-kanak, sekolah dasar, bahkan sampai perguruan tinggi.

Baca Juga:
Pendaftaran Jalur Mandiri Unair 2026 Dibuka: Ini Jadwal, Syarat dan Cara Daftarnya

Yang terakhir, Brenjok dikunjungi mahasiswa dari Thailand dan Singapura. ‘’Ada sekitar 50 mahasiswa Thailand yang berkunjung, juga sebanyak 55 mahasiswa dari Universitas Nasional Singapura, juga berkunjung,’’ kata Slamet, Direktur Komunitas Brenjonk, tadi pagi (23/5/2023).

Berbagai hal yang dilakukan para mahasiswa tersebut, di antaranya edukasi mengenai tanaman organik, cara bercocok tanam, juga mengenal berbagai macam sayuran dan tanaman yang ada di lahan komunitas Brenjonk.

Para mahasiswa yang berkunjung tersebut biasanya adalah peserta pertukaran mahasiswa dari perguruan tinggi di Surabaya maupun daerah lain di Jawa Timur. ‘’Kalau mahasiswa yang dari Thailand dan Singapura adalah peserta pertukaran program dengan Universitas Airlangga,’’ tambahnya.

 

Baca Juga:
UNAIR Gandeng Tiga RSUD, Perkuat Ekosistem Pendidikan Medis dan Layanan Kesehatan

Para mahasiswa dari Universitas Nasional Singapura yang merupakan peserta pertukaran program dengan Faultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga selama sehari mengikuti berbagai kegiatan. ‘’Kebetulan kami memang mempunyai program edukasi dan wisata. Juga pengenalan berbagai jenis komoditas tanaman yang pola tanamnya dilakukan secara organic,’’ tuturnya.

Foto Mahasiswa asal Singapura praktik menanam kangkung di Brenjonk. (Foto: Andung Kurniawan/Ketik.co.id)Mahasiswa asal Singapura praktik menanam kangkung di Brenjonk. (Foto: Andung Kurniawan/Ketik.co.id)

Para mahasiswa mendapat pengetahuan mengenai bahayanya pemkaian zat kimia dalam pola tanam. Disebutkan bahwa akumulasi konsumsi sayur atau makanan yang menggunakan zat kimia dalam pola tanamnya tentu berbahaya bagi kesehatan.

Selain mendapatkan pengetahuan mengenai pola tanam dan pertanian organik, para mahasiswa juga mengikuti fieldtrip. Yang seru, berbagai ekspresi terlihat dari para mahasiswa Universitas Nasional Singapura tersebut. Mereka kelihatan senang tapi takut ketika diajak melakukan tanam kangkung dan selada air. 

Di pinggir petak sawah yang akan dilakukan penanaman, mereka mendapat penjelasan mengenai sayuran yang akan ditanam. ‘’Di sini ada kangkung dan selada air. Cara tanamnya dengan memegang bagian ujung tanaman yang mulai ada akarnya dan membenamkan dalam lumpur sedalam sekitar 5 sentimeter,’’ kata Slamet yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh pendamping dari Unair.

Ketika para pendamping meminta mereka mulai turun ke sawah di area pertanian organik Brenjonk yang juga menjadi satu dengan lokasi Kuliner Sawah di Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, para mahasiswa itu pun mulai tampak ragu. Mereka saling pandang sebelum akhirnya memberanikan diri berdiri di bibir petak sawah yang memang berlumpur basah.

Masih dalam kondisi ragu-ragu, satu per satu mulai masuk ke dalam lumpur dengan tangan saling berpegangan. Ketika kaki mereka mulai terbenam ke dalam lumpur, dan semakin dalam sampai lutut, ada yang berteriak, ‘’I’m sink (saya tenggelam).’’ 

Tapi karena memang lumpur di petak sawah itu hanya sedalam lutut, kekhawatiran di antara mereka mulai hilang, dan mereka mulai berani melangkah di lumpur sambil menanam kangkung dan selada air. (*)

Baca Sebelumnya

Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan Dibunuh Mahasiswa yang Baru Dikenal di Medsos

Baca Selanjutnya

Info Loker: Job Fair Disnaker Kabupaten Bandung Hadir di Kecamatan Nagreg

Tags:

Brenjonk Unair trawas

Berita lainnya oleh Marno

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

9 April 2026 18:20

Rebranding, Zest Jadi Swiss-belexpress Jemursari Surabaya dengan Spirit Baru

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

6 April 2026 10:15

Peduli Pelestarian Lingkungan, BRI Bantu Bibit Tanaman untuk Kelompok Tani di Medokan Ayu

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik  Festival Film di Prancis

1 April 2026 18:40

Bisikan Perjamuan Terakhir Masuk Empat Terbaik Festival Film di Prancis

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

31 Maret 2026 15:29

Kinerja Solid, Laba Bersih Bank Jatim Naik 20,65 Persen Jadi Rp1,54 T pada 2025

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

17 Maret 2026 20:36

Festival Ramadan Doble Track SMAN 1 Panji Raih Omzet Rp 39,8 Juta

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

16 Maret 2026 21:05

Awas Penipuan Modus File .APK Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar