KETIK, MOJOKERTO – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 yang berlangsung pada 25–27 September 2026 di Grand City Convention & Exhibition, Surabaya.
Melalui Pusat Studi Halal ITS (PSH ITS), ITS menghadirkan berbagai layanan pendampingan halal, edukasi masyarakat, serta memperkenalkan inovasi teknologi hasil penelitian sivitas akademika ITS untuk mendukung penguatan ekosistem halal di Indonesia.
FESyar Regional Jawa merupakan salah satu kegiatan strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem halal, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan syariah, industri halal, perguruan tinggi, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga masyarakat umum.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah, memperluas akses masyarakat terhadap layanan halal, serta mendorong pertumbuhan industri halal yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, stan Pusat Studi Halal ITS (PSH ITS) menjadi salah satu wadah edukasi dan pelayanan bagi pengunjung yang ingin memperoleh informasi terkait proses sertifikasi halal dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia halal. Salah satu layanan yang diberikan adalah pendaftaran Pelatihan Penyelia Halal melalui Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) ITS.
Melalui layanan ini, masyarakat mendapatkan informasi mengenai peluang mengikuti pelatihan penyelia halal secara gratis sebagai upaya meningkatkan jumlah tenaga pendamping halal yang kompeten di Indonesia.
Selain itu, PSH ITS juga menyediakan layanan konsultasi pengurusan sertifikat halal secara gratis bagi pelaku UMKM. Layanan ini bertujuan membantu pelaku usaha memahami tahapan sertifikasi halal, mulai dari persiapan dokumen, pemenuhan persyaratan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), proses pengajuan sertifikat halal, hingga pendampingan dalam memenuhi aspek kehalalan produk.
Melalui kegiatan konsultasi tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari peningkatan kualitas produk, kepercayaan konsumen, serta daya saing usaha di pasar yang semakin memperhatikan aspek halal dan keamanan pangan.
“Partisipasi ITS dalam FESyar Regional Jawa 2026 merupakan salah satu bentuk komitmen ITS dalam mendukung pengembangan ekosistem halal melalui pendekatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, ITS juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha agar mampu memenuhi kebutuhan industri halal,” ujar perwakilan Pusat Studi Halal ITS.
Selain menghadirkan layanan pendampingan halal, Pusat Studi Halal ITS juga memperkenalkan salah satu inovasi teknologi hasil penelitian sivitas akademika ITS, yaitu produk pendeteksi minyak babi (lard) berbasis kertas strip.
Inovasi ini merupakan hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen Departemen Teknik Fisika ITS sebagai upaya menghadirkan teknologi deteksi halal yang praktis, cepat, dan mudah digunakan.
Produk pendeteksi berbasis kertas strip tersebut dikembangkan untuk membantu proses identifikasi awal keberadaan komponen minyak babi pada bahan pangan.
Dengan desain yang sederhana dan aplikatif, teknologi ini memiliki potensi untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pelaku usaha pangan, serta berbagai pihak yang berkepentingan dalam meningkatkan pengawasan terhadap kehalalan produk.
Pengembangan teknologi tersebut menunjukkan sinergi antarbidang keilmuan di ITS, khususnya antara bidang rekayasa teknologi dan kajian halal. Melalui inovasi ini, ITS terus mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung penguatan industri halal nasional.
Keikutsertaan ITS dalam FESyar Regional Jawa 2026 menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai bagian dari ekosistem halal.
Melalui kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat, ITS berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan solusi berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan yang mendukung perkembangan ekonomi syariah serta industri halal Indonesia.
Dengan berbagai program pendampingan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan inovasi teknologi halal, ITS berharap dapat memberikan kontribusi berkelanjutan dalam mewujudkan ekosistem halal yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing.(*)
