TGH Satriawan: Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Ponpes 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Irwansyah

19 Feb 2023 10:35

Thumbnail TGH Satriawan: Pemerintah Harus Lebih Perhatikan Ponpes 
Anggota DPRD NTB dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) TGH, Satriawan melakukan Reses. (Foto: dok. TGH Satriawan)

KETIK, MATARAM – Anggota DPRD NTB dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) TGH, Satriawan meminta pemerintah pusat dan daerah mulai memberi perhatian lebih bagi sektor pendidikan terutama pendidikan swasta berbasis Pondok Pesantren. 

Sejauh ini ia menilai, dalam beberapa aspek pemerintah masih lebih memproritaskan sekolah-sekolah negeri. Sementara pesantren masih kurang diperhatikan, baik dari sisi bantuan maupun peningkatan mutu pendidikannya. 

"Itu salah satu poin penting dari hasil reses kami. Intinya kami berharap pemerintah baik pusat maupun daerah di NTB ini mulai memberikan porsi perhatian yang lebih untuk Pesantren," kata TGH Satriawan, Minggu (19/2/2023). 

Anggota DPRD NTB dari Komisi V yang juga Pimpinan Ponpes Al Bina ini menggelar reses, dengan menemui pimpinan, juga sejumlah guru dan tenaga didik Ponpes di Lombok Barat. 

Baca Juga:
SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

Menurut dia, aspirasi yang terserap antara lain mereka berharap agat pengelolaan institusi pendidikan terutama Ponpes bisa diberikan kemudahan, terkait apa saja yang bersifat konstitusional. 

"Baik itu soal perizinan, agar pemerintah memudahkan izin pendidikan pesantren. Misalnya ketika pesantren ingin mendirikan Madrasah," katanya. 

TGH Satriawan mengatakan, jika mengacu pad pencapaian tujuan Pendidikan Nasional, maka Madrasah sebagai garda terdepan membentuk manusia yang bertakwa dan beriman. 

Saat ini, papar TGH Satriawan, perhatian pemerintah belum seimbang dan maksimal. Misalnya saja, soal bantuan pusat. Pemerintah lebih memprioritaskan untuk SLTA negeri dibanding swasta termasuk pesantren. 

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Mas Heli Dukung Pembangunan Ponpes dan MI Baiturrahman Sumberbrantas

"Saat ini kita lihat bantuan apapun yang dari pusat ke daerah, yang banyak terjadi saat ini SLTA yang negeri saja diperhatikan, sementara Pesantren sebagai sentra dan garda terdepan masih sedikit tersentuh bantuan pusat," katanya. 

Perhatian pemerintah pusat ke daerah masih berfokus pada SLTA yang berstatus Negeri, sementara SMA swasta juga banyak yang belum tersentuh. 

"Padahal, sekarang pendidikan di pesantren tidak hanya Aliyah dan Tsanawiyah saja, sudah ada SMK juga. Bahkan SMA lebih banyak lagi. Jadi kami minta pemerintah berikanlah perhatian lebih besar lagi kepada Pesantren," tukasnya. 

TGH Satriawan menegaskan, ada dua point yang akan dia perjuangkan lewat Komisi V DPRD NTB. Antara lain agar ada kemudahan bagi Pesantren yang ingin mendirikan sekolah kejuruan. Dan yang kedua agar politik anggaran ke depan bisa lebih berpihak pada pesantren. 

"Kita juga meminta pemerintah untuk memberi perhatian juga kepada para alumni pesantren," katanya. 

Ia mengapresiasi Pemerintah yang sudah membuka beasiswa ke Timur Tengah, dengan beasiswa penuh. 

"Semoga pemerintah meningkatkan lagi terutama juga program kuliah umum selain beasiswa pendidikan agama agar mereka bisa beradaptasi dengan dunia kerja," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Alex Rins, Pembalap Anyar LCR Honda tentang Tunggangan Barunya RC213V

Baca Selanjutnya

PNM Kembangkan LMS untuk Optimalkan Kompetensi Karyawan 

Tags:

DPRD NTB PKS pondok pesantren TGH Satriawan ponpes

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H