Gaya Kuno dan Kini Warnai Pawai Budaya Kota Malang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

27 Apr 2024 07:30

Headline

Thumbnail Gaya Kuno dan Kini Warnai Pawai Budaya Kota Malang
Kesenian barongan dan jaranan pada Pawai Budaya Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Warga Kota Malang tengah dihibur dengan beragam tampilan pada Pawai Budaya yang berlangsung sejak Sabtu (27/4/2024) pagi. Pawai Budaya tahun ini dalam rangka memperingati HUT ke-110 Kota Malang yang jatuh pada 1 April 2024 lalu. 

Mengambil tema Kolaborasi Kuno-Kini, Pawai Budaya tersebut mencoba menghadirkan kesan kolonial dan milenial. 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karnaval kali ini tidak hanya diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang saja. Masyarakat umum pun diperbolehkan menjadi peserta Pawai Budaya. 

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan perayaan hari jadi sudah seharusnya turut dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya OPD. 

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

"Pesertanya ya dari semua lapisan masyarakat. Kita lebih memberikan kesempatan pada masyarakat daripada dari kita semua (OPD). Karena biar sama-sama merayakan HUT Kota Malang," ujar Wahyu. 

Busana dan konsep yang digunakan oleh para peserta karnaval pun beragam. Mulai dari menampilan kesenian bantengan, Topeng Malangan, Jaranan, hingga menampilkan busana masa kolonial. 

Wahyu bersama perangkat daerah Kota Malang tak mau kalah eksis dari peserta lainnya. Mereka berpenampilan nyentrik menggunakan busana ala kolonial dan noni-noni Belanda. 

 

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Foto OPD Kota Malang mengenalan pakaian ala kolonial dalam Pawai Budaya. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)OPD Kota Malang mengenakan pakaian ala kolonial dalam Pawai Budaya. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

 

"Kolonial-Milenial, kunonya itu kita buat menolak lupa bagaimana kita bisa menjadi Kota Malang dengan usia yang ke-110 ini. Ada rangkaian dan proses panjang yang perlu kita ketahui bersama," lanjutnya. 

Sedangkan untuk konsep milenial merupakan refleksi bahwa meskipun sejarah masa lalu perlu dikenang, namun masa depan tetap harus disikapi dengan pasti. 

"Konsep milenial atau masa kini, bahwa kita punya tanggung jawab besa. Maka kita bersama-sama merayakan HUT Kota Malang ini dengan menolak lupa tapi juga menghadapi masa depan," paparnya. 

Pelaksanaan Pawai Budaya dimulai dari kawasan Balai Kota dan berakhir di Jalan Besar Ijen area Perpustakaan Umum Kota Malang. Sudah banyak masyarakat yang antusias untuk menyaksikan para peserta Pawai Budaya. 

Masyarakat tak hanya mengerumuni area finish namun juga di sepanjang rute Pawai Budaya. Bahkan mereka rela untuk duduk dan menyaksikan di bawah terik sinar matahari. 

Akibat Pawai Budaya tersebut kepadatan kendaraan tak bisa dihindari meskipun tak sampai menimbulkan kemacetan parah. Seperti di kawasan bundaran Alun-Alun Tugu Kota Malang, sempat terjadi pelambatan arus kendaraan. 

Namun pada 12.14 WIB arus lalu lintas khususnua di Jalan Basuki Rahmat, dan kawasan Alun-alun Tugu Kota Malang telah kembali lancar. 

"Sudah kita atur dan kita sosialisasi pada masyarakat yang ingin menonton, silakan. Tapi juga menghindari jalur-jalur yang dilewati namun kita tidak ada penutupan. Semua akan mengalir dan cuma satu sisi saja yang digunakan," tutup Wahyu. (*) 

Baca Sebelumnya

Gapensi Gelar Kejuaraan Karate Piala Gubernur Jatim dengan 2016 Peserta, 1 Tim dari Malaysia

Baca Selanjutnya

Dinas LH Kabupaten Asahan Gelar Halal Bihalal Santuni Anak Yatim

Tags:

Pawai Budaya Kota Malang HUT ke-110 Kota Malang Kota Malang Karnaval Kota Malang Kolonial MILENIAL

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar