Pakar UMM Sebut Pendekatan Ekonomi Tidak Cukup untuk Atasi Anjal dan Pengemis

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

22 Des 2024 18:30

Thumbnail Pakar UMM Sebut Pendekatan Ekonomi Tidak Cukup untuk Atasi Anjal dan Pengemis
Pakar sekaligus Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Abdus Salam. (Foto: Dok UMM)

KETIK, MALANG – Kota Malang menjadi sasaran favorit bagi anak jalanan (anjal), gelandangan, pengemis (gepeng), hingga pengamen. Meskipun telah berkali-kali ditertibkan, banyak dari mereka kembali beroperasi di sekitar Kota Malang. 

Kondisi ini menjadi sorotan sebab angka kemiskinan di Kota Malang selalu turun setiap tahunnya. Pakar sekaligus Dosen Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Abdus Salam S.sos M.Si menyebut bahwa pendekatan ekonomi tidaklah cukup. 

"Jangan sampai anjal dan gepeng dilihat dari sisi faktor ekonomi saja. Tapi perlu pembinaan, rehabilitasi sosial, sehingga pendekatannya bukan dipangkas dan dipulangkan," ujarnya, ditulis Ketik.co.id, Minggu, 22 Desember 2024. 

Faktor ekonomi hanyalah salah satu implikasi penyebab kehadiran gepeng dan pengemis di setiap jalan Kota Malang. Alih-alih pendekatan administratif, menurutnya harus dilakukan pendekatan humanis. 

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

"Mereka (gelandangan dan pengemis) dalam konteks sosiologis adalah manusia yang dianggap tidak memiliki fungsi sosial dengan baik atau disfungsi sosial. Jadi pendekatannya bukan pendekatan administratif dan kekerasan," lanjutnya. 

Diperlukan assessment dan pembinaan secara komprehensif dari organisasi perangkat daerah. Terlebih jika gelandangan dan pengemis tersebut bukan berasal dari Kota Malang. 

"Seolah-olah kalau terpenuhi masalah ekonominya, maka selesai. Tidak begitu, harus multidimensi penanganannya," kata Sekretaris Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM) Jatim. 

Kota Malang sendiri memiliki Kampung Topeng Desaku Menanti yang merupakan realisasi program rehabilitasi dan pembinaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tahun 2016. Kampung tersebut berisi eks gelandangan dan pengemis yang diberikan pembinaan ekonomi. 

Baca Juga:
Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

Seiring berjalannya waktu, didapati beberapa warga yang telah bekerja sebagai buruh pabrik. Namun juga ada warga yang memutuskan untuk kembali menjadi pemulung. 

Menurut Salam, hal tersebut bisa terjadi jika fokus yang diberikan hanya pada bidang ekonomi. 

"Oleh karena itu pendekatannya kemanusiaan. Misalnya di assessment kenapa gelandangan, apa problemnya. Kalau karna di jalan merasa memiliki tempat dan ruang ekspresi ya gak bisa pendekatannya ekonomi," tuturnya. 

Fenomena gelandangan dan pengemis di Kota Malang bukanlah hal yang bisa dihilangkan sepenuhnya. Namun pemerintah dapat berupaya untuk meminimalisir fenomena tersebut. 

"Kalau dihilangkan gak mungkin karena itu bagian dari fenomena sosial. Tapi diminimalisir bisa karena akan tumbuh berkembang fenomena sosial itu terjadi," ucapnya. 

Pemerintah diminta untuk waspada terhadap cara kerja pengemis yang telah tersistem. Dikhawatirkan gelandangan, pengemis, maupun pengamen tersebut telah dikoordinir oleh oknum tertentu. 

"Oleh karena itu melakukan pendekatan persuasif dengan tokoh yang dropping pengemis itu penting. Bisa saja mereka tersandera oleh tokoh yang ngedrop, mendapatkan ancaman dari bos mereka," tuturnya. 

Tak hanya itu, penerapan sanksi kepada masyarakat yang memberikan uang kepada pengemis juga dinilai kurang efektif untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Itu pendekatan normatif karena pasti ada orang yang gak tega, simpatik dengan tampilan kumuh. Secara normatif mereka juga gak efektif, kecuali pendekatan kemanusiaan untuk menyadarkan pelaku tapi juga bos-bos penyalur. Caranya memaksimalkan pekerja sosial, Dinsos dan LSM," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Satpol PP Kota Malang Bertindak, Ciduk 2 Truk Dropping Pengemis dari Pasuruan

Baca Selanjutnya

Peringati Hari Ibu, Emak-Emak di Surabaya Ikut Lomba Menghias Cup Cake

Tags:

Pakar UMM pengemis Pengamen Anjal Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar