Pupuk Mahal dan Langka, Petani Tebu Malang Raya Mengadu ke DPR RI

Jurnalis: Nata Yulian
Editor: Naufal Ardiansyah

15 Apr 2023 14:22

Thumbnail Pupuk Mahal dan Langka, Petani Tebu Malang Raya Mengadu ke DPR RI
Anggota DPR RI M Hasanuddin Wahid saat diskusi dengan petani tebu Malang Raya. (Foto: PKB for Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Anggota DPR RI Dapil Malang Raya M Hasanuddin Wahid menerima aspirasi para petani tebu di Malang Raya. Mereka mengeluh soal pupuk yang semakin langka dan harganya melangit. 

Cak Udin sapaan akrab Hasanuddin Wahid menghadiri acara diskusi petani tebu. Mereka tergabung dalam Pengurus KUD dan Koperasi Tebu Se Kabupaten Malang, yang berada di bawah lembaga PKPTR (Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat).

Ada 35 koperasi di bawah naungan PKPTR dengan total pengurus 175 orang dan 21.000 anggota. Bertempat di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Putukrejo Gondanglegi Kabupaten Malang, Sabtu (15/4/2023), diskusi dihadiri oleh Ketua PKPTR  yang sekaligus Ketua PCNU Kabupaten Malang adalah KH. Khamim Cholili atau yang terkenal dengan Gus Hamim.

Hadir pula Ketua DPD APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia) wilayah Jawa Timur, Ir. H. Kholiq, M. Ap yang sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, serta Gus Nuruddin, Pengurus Koperasi sekaligus Pengasuh Annur 2 Bululawang Kabupaten Malang.

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Menurut Cak Udin, tebu merupakan tanaman semusim yang banyak ditanam di Indonesia karena sebagai penghasil gula. Dalam usaha tani tebu terdapat berbagai macam permasalahan antara lain permasalahan lahan, pupuk dan juga permodalan.

Para pengurus PKPTR mengeluh kepada Cak Udin masalah pupuk yang langka dan harganya selangit. Hal ini yang dirasakan oleh para petani tebu di Kabupaten Malang.

Mereka meminta subsidi pupuk yang ada harus ditingkatkan kembali agar pata petani khususnya petani kecil mudah mengaksesnya.

“Sejauh ini ada kelangkaan pupuk dimana mana, karena subsidi pupuk terbatas dan yang mengakses adalah mereka yang masuk kategori pemodal besar. Sedangkan petani kecil mengeluh karena gak mendapatkan akses," ungkap cak udin.

Baca Juga:
Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

Sekjen DPP PKB itu menegaskan, petani tidak boleh tertinggal dari negara lain. Oleh karena itu, perlu perbaikan tata kelola pertanian dan tata kelolah pupuk dari hulu ke hilir agar petani ke depan lebih sejahtera.

Berdasarkan buku visioning Indonesia, Gus Muhaimin berpesan bahwa Indonesia harus memperbaiki teknologi pertanian. Seperti yang disampaikan KH Hasyim Asy'ari bahwa petani adalah penolong negeri. 

"Pertanian harus menjadi prioritas. Perlu perhatian khusus agar tercapai swasembada di bidang pertanian. Jika Gus Muhaimin Presiden, maka petani akan lebih diperhatikan," ujarnya. 

Pria asal Kota Batu ini menyebutkan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian menjadi peluang. Menurutnya, tantangan di sektor pertanian masih ada seperti meningkatnya konversi lahan pertanian akibat laju pembangunan.

Dengan demikian, masih perlunya pengembangan teknologi pertanian untuk peningkatan nilai tambah produk dan komoditi hasil pertanian.

“Karena itu, PKB akan mendorong program industrialisasi yang dapat meningkatkan mutu komoditas pertanian kita,” jelasnya.

Peningkatan konversi lahan pertanian juga harus mulai diimbangi dengan perluasan lahan pertanian baru atau optimalisasi lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan-lahan non produktif yang dikembangkan menjadi lahan produktif dengan sentuhan teknologi dan pengembangan infrastruktur pertanian.

“Sebagai salah satu daerah penyangga stok pangan nasional, maka orientasi pembangunan sektor pertanian harus selaras antara hulu dan hilir untuk menjaga kesinambungan ketersediaan pangan,” terangnya.

Menurut Cak Udin, banyaknya persoalan yang ada membuat bangsa Indonesia membutuhkan sosok presiden maka yang mau mendengar keluh kesah petani. 

”Jarang ada orang yang mendengar keluhan kita,” imbuhnya.

Karena itu, lewat forum silaturrahmi antar pengurus PKPTR, persoalan-persoalan yang dikeluhkan oleh petani perlu segera diselesaikan melalui kebijakan. 

Ia berharap aspirasi petani bisa diperjuangkan dan diwujudkan ketika PKB dapat memimpin negeri ini dan menjadikan Gus Muhaimin sebagai presiden.

“Kita jangan salah pilih pemimpin. Cari pemimpin yang merakyat. Kita doakan Gus Muhaimin terpilih nanti di 2024,” kata dia.

Cak Udin berjanji, aspirasi para petani tebu ini akan langsung disampaikan ke pemerintah melalui DPR RI Komisi IV. (*)

Baca Sebelumnya

Mas Ibas Ajak Warga, Bangun Indonesia Aman dan Ramah Lingkungan

Baca Selanjutnya

Sosialisasi BUMN, Ibas: PT Waskita Toll Road Bantu Pertumbuhan Ekonomi

Tags:

Cak Udin DPR RI Petani Tebu Malang Raya Hasanuddin Wahid

Berita lainnya oleh Nata Yulian

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Mei 2024 06:06

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

22 Mei 2024 03:08

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

20 Mei 2024 04:52

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

19 Mei 2024 12:09

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

12 Mei 2024 11:28

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

9 Mei 2024 15:36

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar