Ketua Komisi B Dewan Profesor UB Sebut Indonesia akan Chaos Jika Prabowo - Gibran Menangi Pemilu 2024

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

6 Feb 2024 07:16

Thumbnail Ketua Komisi B Dewan Profesor UB Sebut Indonesia akan Chaos Jika Prabowo - Gibran Menangi Pemilu 2024
Ketua Komisi B Dewan Profesor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Rachmad Safaat, SH., M.Si. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024 yang diharapkan berjalan lancar, justru memicu beragam persoalan. Langkah yang diambil oleh Presiden Joko Widodo mengundang kecaman dan desakan dari civitas akademika yang meminta presiden kembali ke jalan reformasi.

Desakan tersebut muncul akibat Presiden Jokowi yang disebut tidak netral dan melancarkan berbagai cara untuk mendukung kemenangan salah satu pasangan calon di Pemilu 2024. 

Dari segala kekacauan yang timbul, Ketua Komisi B Dewan Profesor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Rachmad Safaat, SH., M.Si., bahkan menilai Indonesia akan semakin chaos jika Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berhasil maju menjadi Presiden dan Wakil Presiden. 

"Apapun yang terjadi kalau sampai Pemilu ini dibiarkan terus, apalagi kalau yang jadi (terpilih) adalah Prabowo dan Gibran, chaos kita. Suara-suara ini sudah mengarah dan mengerucutnya ke Jokowi sehingga bisa chaos. Sekarang saja audah ada 33-34 perguruan tinggi yang menyatakan sikap," jelasnya usai pernyataan sikap oleh civitas akademika UB pada Selasa (6/2/2024).

Baca Juga:
Semarak HUT ke-34, Kombel SMAGONTA Ceria Gelar Workshop AI Generatif untuk Transformasi Pembelajaran

Pernyataan tersebut didasari oleh beberapa hal. Prof Safaat menyoroti tindakan otoritarian personal yang dibangun oleh Jokowi selama menjabat sebagai presiden dua periode. Menurutnya Jokowi telah memegang kendali penuh atas Mahkamah Konstitusi (MK), serta TNI/Polri. 

"Kita lihat saha bagaimana calon presiden yang lain tiba-tiba dilarang oleh polisi. Kemudia ada persoalan dan tentara tidak berani bicara dalam situasi ini. Itu sebagai contoh oligarki personal otoritarian," lanjutnya. 

Selain itu, etika berpolitik Jokowi yang dinilai kurang baik dengan mencalonkan anaknya, Gibran Rakabuming Raka dan mendorong MK untuk melegalkan tindakan tersebut. 

"Padahal bertentangan dengan konstitusi dimana syarat yang tertuang dalam konstitusi saat itu usia munima 40 tahun. Kalu belum, berartinharus punya pengalaman sebagai gubernur. Sekarang Gibran belum punya pengalaman itu, Wali Kota juga masih 2 tahun tapi kok ini bisa jadi. Nah ini pelanggaran etik yang luar biasa," tegasnya. 

Baca Juga:
So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Terlebih adanya pernyataan dari staf Kepresidenan yang mengungkapkan bahwa desakan dari berbagai perguruan tinggi bersifat tendensius. Ia menekankan agar suara-suara para akademisi, profesor dan guru besar tidak dianggap remeh. 

"Para profesor sungguh-sungguh menyampaikan ini untuk perbaikan negeri, tidak ada tendensius tertentu dan UB pun begitu. Saya yakin kacau nanti setelah pemilu, apalagi kalau yang jadi Prabowo, bisa lebih kacau lagi. Wapresnya tidak memenuhi syarat, Prabowo sendiri mencengkeram beberapa persoalan, misalnya penghilangan aktivis 98," tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

2.794 Orang dengan Gangguan Mental di Kediri Bisa Nyoblos

Baca Selanjutnya

Tertinggi Se-Jawa Timur, Angka Sub PIN Polio Kota Mojokerto Capai 104,3 Persen

Tags:

Prabowo Subianto Gibran Rakabuming Raka Prabowo-gibran pemilu2024 Dewan Profesor UB Universitas Brawijaya

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H