KETIK, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi menjajaki kerja sama kelembagaan melalui Serasehan dan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Gedung Usman bin Affan Lantai 7 UNISMA pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja Tridharma dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi menuju kelas dunia.
Kegiatan pertemuan dua perguruan tinggi ini mengusung tema "Penguatan Kelembagaan untuk Optimalisasi Kinerja Tridharma menuju Perguruan Tinggi Berkelas Dunia" dan menajdi momentum hangat bagi kedua perguruan tinggi untuk bertukar gagasan dan memperkuat sinergi dalam pengembangan tata kelola, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam serasehan, Rektor UM, Prof. Dr. Hariyono, M.Pd., memaparkan pentingnya penguatan tata kelola dan transformasi kelembagaan.
Ia mendorong perguruan tinggi untuk keluar dari comfort zone, dan mulai memperluas kolaborasi, serta membangun pola pikir yang adaptif agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.
Menurut Prof. Hariyono, kemajuan institusi tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian pemeringkatan, namun bagaimana visi keteladanan kepemimpinan dan kemampuan organisasi merespons perubahan juga menjadi faktor penting dalam membangun perguruan tinggi yang kuat dan berkelanjutan.
“Dengan mengubah mindset ini, mau tidak mau kita nanti akan terstimulasi menjadi pribadi yang bergeser dari fixed mindset ke growth mindset, yaitu pribadi yang tumbuh dan organisasi yang tumbuh,” tegasnya.
Menurutnya, perubahan pola pikir perlu dikaitkan dengan keberanian dalam melakukan transformasi kelembagaan. Perguruan tinggi bukan hanya dituntut mempertahankan pencapaian yang telah diraih, namun juga menciptakan inovasi dan membangun ekosistem kolaborasi dalam menghadapi perubahan global.
Sementara itu, Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan kerjasama dari UM. Ia menyebut bahwa kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi UNISMA untuk bisa belajar sekaligus memperkuat tata kelola dan kinerja Tridharma.
“UM kita paham merupakan salah satu perguruan tinggi dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam proses internasionalisasinya. Kami ingin ikut dalam kecepatan itu,” ujarnya.
Kerja sama antara UM dan UNISMA juga turut memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 17 yang membahas Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi ini menjadi langkah strategis UM untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta memperluas jejaring dan kemitraan di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui kolaborasi UM dan UNISMA ini, kedua lembaga tidak hanya berupaya meningkatkan kinerja institusi, tetapi juga membangun budaya organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Penguatan kelembagaan diharapkan menjadi fondasi bagi kedua perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas Tridharma sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.(*)
