Tangkal Radikalisme, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha' Gondanglegi Tanamkan Nilai Moderasi Beragama pada Santri

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

8 Nov 2023 12:52

Thumbnail Tangkal Radikalisme, Ponpes Salafiyah Shirothul Fuqoha' Gondanglegi Tanamkan Nilai Moderasi Beragama pada Santri
Pelaksanaan dialog tentang moderasi beragama di Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha' Gondanglegi. (Foto: Tim Pengabdian UIN Maulana Malik Ibrahim)

KETIK, MALANG – Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha' Gondanglegi, Kabupaten Malang secara masif menanamkan nilai-nilai moderasi beragama terhadap santri. Hal ini untuk menangkal paham radikalisem dan intoleran dalam kehidupan bermasyarakat.

Penerapan Nilai Moderasi Beragama pada para Santri diketahui ketika Tim Pengabdian ini merupakan kolaborasi dari dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang, memberikan materi di Pondok Pesantren tersebut.

Shidqi Ahyani, M.Ag selaku Ketua Tim Pengabdian Qoryah Thayyibah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjelaskan moderasi agama harus dijalankan dengan imbang sesuai maknanya.

"Indonesia sendiri telah mempraktikkan moderasi beragama melalui organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. NU meyakini Islam Nusantara yang sejalan dengan Islam Wasathiyah, yakni ketegasan seseorang untuk bersikap adil," jelasnya melalui keterangan tertulis yang dikirimkan, Rabu, (8/11/2023).

Terafiliasinya Pondok Pesantren Salafiyah Shirothul Fuqoha' dengan NU lanjut ia, membuat moderasi beragama menjadi arus utama yang diyakini dan dipraktikkan oleh para santri. Hal ini terbukti dengan maraknya tradisi pembacaan tahlil, pembacaan yasin dan lainnya.

Pembelajaran di pondok pesantren tersebut salah satunya berlandaskan pada kitab yang dikarang oleh ulama nusantara yakni KH Hasyin Asyari dan KH Marsuki Mustamar. Dalam pembelajaran ekstrakulikuler pun terdapat pemahaman nilai-nilai ahlussunah wal jamaah (Aswaja).

"Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan. Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrim berlebihan," ujarnya.

Para santri senantiasa diingatkan untuk selalu memegang teguh ilmu yang diperoleh selama mengabdi di pesantren. Menurut Oky Bagas Prasetyo selaku anggota tim pengabdian menyebut kondisi antara pesantren dengan dunia luar sangat berbeda jauh.

"Kondisi sosial di luar pesantren sangatlah berbeda. Banyak aliran yang berbeda faham dengan pesantren. Terlebih perlu berhati-hati dan menghindar dari aaran, faham yang dilarang oleh pemerintah," ungkapnya.

Dalam paradigma Islam Moderat diyakini menolak pendapat mengenai ketatanegaraan yang bersifat konkret dan mutlak yang harus diterapkan dalam suatu realitas tertentu.

Baca Juga:
Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

"Namun paradigma ini juga menolak anggapan bahwa agama hanya mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan, serta tidak memiliki sangkut paut dengan sistem ketatanegaraan. Paradigma ini memiliki seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara," tuturnya. (*)

Baca Juga:
Ulama Muda Pecinta NU Usulkan Penetapan AHWA sebagai Majelis Tahkim ‘Aly di Tingkat PBNU
Baca Sebelumnya

Inspiratif, Kisah Nabilah Raih Double Degree di Usia 21 Tahun

Baca Selanjutnya

Mantan Wabup Blitar Penuhi Panggilan Kejari, Diperiksa Selama 5 Jam

Tags:

Moderasi Beragama Islam Moderat UIN Maulana Malik Ibrahim nahdlatul ulama Ahlussunnah Wal Jamaah

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar