KETIK, MALANG – Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Widodo, buka-bukaan terkait tindak lanjut dan isi pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan tertutup dengan 2.600 rektor, dekan, dan dosen di Jakarta 26 Juni 2026 lalu.
Prof Widodo menjelaskan terdapat beberapa instruksi yang diberikan Prabowo kepada perguruan tinggi. Salah satu yang menjadi sorotan ialah penguatan di sektor pendidikan.
"Tentu tindak lanjutnya ada beberapa hal, yang pertama akan ada banyak program dari pemerintah. Khususnya penguatan di sektor pendidikan," ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.
Prof Widodo menyebut perguruan tinggi diminta melakukan kolaborasi dengan BUMN. Kolaborasi yang dilakukan berupa riset bersama hingga memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lanjutan.
"Perguruan tinggi untuk match dengan BUMN-BUMN untuk melakukan riset kerja sama dan juga memberikan beasiswa-beasiswa kepada mahasiswa Indonesia. Supaya mereka bisa belajar ke jenjang lebih tinggi, ke pascasarjana," lanjutnya.
Ia menjelaskan, pemerintah berupaya memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam menjalankan program prioritas. Pakar-pakar yang dimiliki setiap kampus diharapkan mampu terlibat dalam menelaah dan memonitor program prioritas Prabowo Subianto.
"Sebenarnya setiap program-program prioritasnya Presiden itu berusaha untuk melibatkan perguruan tinggi sesuai dengan kepakaran masing-masing. Tentu ada juga masing-masing pakar dari perguruan tinggi yang dilibatkan untuk menelaah, monitoring, dan seterusnya dari program-program prioritas Presiden," katanya.
Di sisi lain Prof Widodo turut mengapresiasi pertemuan dengan para rektor, dekan, dan dosen seluruh Indonesia itu. Ia menilai keterbukaan pemerintah terhadap program kerja dan visi misi untuk membangun pemerintahan.
"Ini saya kira era yang bagus, bahwa keterbukaan informasi dan menganggap bahwa perguruan tinggi itu memiliki kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik. Saya kira kepala negara bagus lah untuk melihat ke situ," tutupnya. (*)
.png)