Raih IPK Sempurna, Inda Brilliant Jadi Lulusan Terbaik S2 UNISMA

27 Juni 2026 21:36 27 Jun 2026 21:36

Nurul Aliyah, Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Raih IPK Sempurna, Inda Brilliant Jadi Lulusan Terbaik S2 UNISMA

Inda Brilliant (kanan) berhasil meraih predikat lulusan terbaik jenjang magister (S2) Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) pada Wisuda ke-79 Tahun 2026 UNISMA dengan IPK sempurna 4,00. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti Inda Brilliant yang berhasil meraih predikat lulusan terbaik jenjang magister (S2) Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) pada Wisuda ke-79 Tahun 2026 Universitas Islam Malang (UNISMA). Dengan raihan IPK sempurna 4,00, Inda berhasil menunjukkan prestasi akademik melalui penelitian terkait hukum wali adhol di Indonesia dan Maroko.

Persoalan perwalian dalam pernikahan hingga saat ini masih menjadi perdebatan karena setiap negara memiliki aturan yang berbeda terkait wali adhol. Wali adhol sendiri merupakan wali yang menolak menikahkan anak perempuannya tanpa alasan yang syar'i.

Inda menjelaskan, salah satu contoh wali adhol adalah ketika seorang ayah menolak menikahkan anaknya karena alasan seperti calon mempelai pria tidak sesuai dengan foto yang dilihat atau dianggap tidak cocok dengan anaknya. Menurutnya, alasan-alasan tersebut tidak termasuk kategori alasan syar'i.

Inda juga mengatakan bahwa fenomena wali adhol masih kerap ditemukan di Indonesia karena hukum Islam di Indonesia mayoritas menggunakan Mazhab Syafi'i. Berbeda dengan Maroko yang mengikuti Mazhab Maliki, persoalan wali adhol telah diatasi secara lebih progresif melalui pembaruan Undang-Undang Mudawwanah al-Usrah.

"Fenomenanya kalau di Indonesia kalau dibilang banyak sekali mungkin tidak, tetapi memang masih ada. Saya mengangkat tema ini karena ada perbandingan dengan Maroko yang tidak mensyaratkan wali untuk menikah. Sementara di Indonesia, karena mayoritas menggunakan Mazhab Syafi'i, wali menjadi bagian penting dan wajib dalam pernikahan," ungkap Inda.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian mengenai wali adhol selama ini hanya dilihat dari perspektif hukum Islam atau hukum positif semata. Karena itu, ia mencoba mengisi celah penelitian dengan mengkaji hukum positif melalui perspektif Maqashid Syariah menggunakan teori Jamaluddin Athiyah serta didukung teori dari Jasser Auda dan Imam Syathibi.

Melalui pendekatan tersebut, penelitian yang dilakukan Inda menghasilkan analisis yang lebih komprehensif dan mendalam.

"Kalau pembaruannya, biasanya penelitian hanya menganalisis dari sisi hukum positif saja atau hukum Islam saja. Dalam tesis saya, selain melihat dari hukum Islam dan hukum positif, saya juga menggunakan perspektif Maqashid Syariah dengan teori Jamaluddin Athiyah, kemudian teori pendukung dari Jasser Auda dan Imam Syathibi. Jadi analisisnya menjadi lebih kompleks," jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa penelitian yang dilakukan masih berbasis data sekunder sehingga masih terbuka peluang untuk dilanjutkan menjadi penelitian yang lebih mendalam di masa mendatang.

"Penelitian ini masih berbasis data karena mungkin belum ada pendanaan untuk penelitian lapangan. Beberapa dosen di program doktor juga menyarankan agar penelitian ini dapat dilanjutkan dan tidak berhenti hanya sampai di tingkat ini," ujar lulusan terbaik S2 tersebut.

Selama menempuh pendidikan magister, Inda juga menjalani pekerjaan sampingan sebagai kasir restoran dan aktif terlibat dalam berbagai penelitian dosen. Selain itu, ia juga turut berperan dalam pendampingan dan bimbingan mahasiswa di UNISMA maupun di perguruan tinggi lainnya.

Pengalaman di bidang penelitian tersebut menjadi bekal berharga yang membantunya menyelesaikan pendidikan magister hanya dalam waktu tiga semester dengan hasil yang membanggakan.

Melalui lahirnya lulusan dengan wawasan akademik yang mendalam, UNISMA sebagai salah satu perguruan tinggi Islam di Kota Malang terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam melalui pengembangan riset-riset yang inovatif, relevan, dan berdaya saing.

Tombol Google News

Tags:

Kampus Unisma Universitas Islam Malang Wisuda Unisma Ke-79 Kampus Malang Kota Malang Inda Brilliant Lulusan Magister Terbaik