Mahasiswa Unitri Latih Kader Posyandu dan Edukasi Pencegahan Stunting di Putukrejo Wagir

12 Agustus 2026 03:00 12 Agt 2026 03:00

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Mahasiswa Unitri Latih Kader Posyandu dan Edukasi Pencegahan Stunting di Putukrejo Wagir

Pelaksanaan PMT oleh mahasiswa Unitri untuk mencegah stunting dan penyakit tidak menular di Putukrejo Wagir. (Foto: Mahasiswa Unitri)

KETIK, MALANG – Tim Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) turun langsung mendampingi warga Dusun Putukrejo, Desa Pandanrejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan pengabdian ini digelar untuk membantu masyarakat mencegah stunting serta mengendalikan penyakit tidak menular.

Ketua PMT Unitri, Saverinus H. Setiawan, menjelaskan bahwa ibu balita menjadi salah satu sasaran utama melalui edukasi pencegahan stunting dan penyuluhan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) gizi seimbang.

"Kegiatan ini menggabungkan pemaparan materi interaktif dengan demonstrasi praktik langsung pembuatan MP-ASI guna meningkatkan keterampilan ibu dalam memenuhi nutrisi optimal pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)," ujarnya, Selasa 11 Agustus 2026.

Selain itu, tim mahasiswa juga mengusung program Lansia Bebas Penyakit Tidak Menular (LANTAS) bagi kelompok masyarakat lanjut usia. Rangkaian kegiatannya mencakup Senam Lansia untuk menjaga kebugaran jasmani, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (tekanan darah dan gula darah sewaktu) sebagai langkah deteksi dini, serta Edukasi Penyakit Tidak Menular agar lansia mampu mengontrol risiko hipertensi dan diabetes melitus secara mandiri.

Mahasiswa turut menghadirkan program Kader Terampil Kader Bersinergi (Kader Siaga) untuk para kader Posyandu Balita dan Lansia. Program ini meliputi penyegaran materi, pre-test dan post-test, simulasi pengukuran antropometri secara presisi, hingga tata cara pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Penguatan kapasitas ini bertujuan agar kader mampu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan primer yang mandiri dan tepercaya," katanya.

Lewat berbagai program tersebut, Saverinus menilai kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan peran kader kian meningkat. Hal ini diikuti dengan tumbuhnya pemahaman warga mengenai pentingnya pencegahan stunting dan penyakit tidak menular, baik bagi ibu balita maupun lansia.

"Seperti program Kader Siaga, berguna untuk meningkatkan kemampuan komunikasi edukatif kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di komunitas," pungkasnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

PMT Unitri Pengabdian Masyarakat Unitri mahasiswa unitri Unitri Pencegahan Stunting Wagir Kabupaten Malang