Lewat Dialog Kebangsaan, Unikama Tegaskan Peran Kampus Tangkal Radikalisme

Editor: Gumilang

11 Apr 2026 14:47

Thumbnail Lewat Dialog Kebangsaan, Unikama Tegaskan Peran Kampus Tangkal Radikalisme
Audiens saat foto bersama usai Dialog Kebangsaan Unikama. (FOTO: Unikama)

KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar acara Silaturahim dam Dialog Kebangsaan bersama Organisasi Daerah dan Organisasi Mahasiswa di Auditorium Multikultural Unikama, Sabtu, 11 April 2026.

Mengusung tema “Moderasi Beragama: Menangkal Radikalisme di Kampus”, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis Unikama ke-69 yang puncaknya akan jatuh pada 20 Mei 2026 mendatang.

‎Suasana Auditorium Multikultural Unikama tampak penuh oleh para mahasiswa, perwakilan organisasi kemahasiswaan, serta tokoh lintas agama se-Malang Raya. 

Hadir dalam kesempatan itu perwakilan dari agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, semua turut membersamai acara dialog kebangsaan hari ini yang berlangsung bergitu hangat dan hikmat.

‎Wakil Rektor 1 Unikama Dr. Choirul Huda, M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman yang tepat bagi generasi muda, terutama para mahasiswa bagaimana menyikapi dan memahami bahaya radikalisme.

Sebelum membuka acara secara resmi, Dr. Choirul Huda juga menegaskan bahwa melalui moderasi beragama, akan mampu menjaga dan merawat keberagaman dengan baik. 

“Moderasi beragama menjadi sarana penting untuk menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan damai, toleran, dan penuh kedamaian," ujarnya .

‎Acara ini menghadirkan narasumber utama, Cak Islah Bahrawi. Dalam kesempatannya, Islah Bahrawi menyoroti peran penting komunikasi sebagai kunci utama dalam membangun toleransi keberagaman yang baik. 

“Menyoal toleransi, komunikasi adalah segalanya. Kita seharusnya tidak peduli dengan sekat-sekat apa pun, karena sekat itu justru akan menghambat langkah dan pemikiran kita untuk maju dan berkembang,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tidak pernah ada agama yang mengajarkan kejahatan. 

“Semua ajaran agama pada dasarnya saling berkorelasi dalam kebaikan. Akhlakul karimah adalah tolak ukur keberagaman yang baik. Kita patut menghargai siapa pun, selama akhlaknya baik,” tambahnya.

‎Islah mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi empati dan semangat memanusiakan manusia. _Sejatinya, keberagaman adalah anugerah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada kita semua, khususnya bangsa Indonesia ya,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

‎Sementara itu, Dialog kebangsaan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh perwakilan Orda, Ormawa, BEM, serta berbagai organisasi lain di lingkungan Unikama dan Malang Raya. Tak hanya civitas akademika Unikama, kehadiran tokoh - tokoh lintas agama juga turut menjadikan acara ini semakin istimewa.

‎Dengan berakhirnya sesi tanya jawab yang dinamis, acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menguatkan moderasi beragama di lingkungan kampus sebagai benteng paling depan dalam menangkal paham radikalisme. (*)

Baca Juga:
Workshop Anti Bullying Unikama Jadi Bekal Penting bagi Calon Guru 2026
Baca Juga:
Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah
Baca Sebelumnya

Srikandi Mojopahit Menang 4-0 Lawan Star Generation, Pelatih Sebut Kuncinya Disiplin Berlatih

Baca Selanjutnya

Ratusan Suporter Padati Stadion Benteng Reborn, Dukung Nathan Lebak FC di Final Liga 4 Banten

Tags:

Unikama Dialog Kebangsaan malang

Berita lainnya oleh Gumilang

Didukung Sekjen PKB dan Abah Kholiq, Fatayat NU Kabupaten Malang Bersama Perempuan Bangsa Gelar Fun Walk Sekaligus Tanam Pohon

18 April 2026 18:00

Didukung Sekjen PKB dan Abah Kholiq, Fatayat NU Kabupaten Malang Bersama Perempuan Bangsa Gelar Fun Walk Sekaligus Tanam Pohon

Bikin Bangga! Sekda Kabupaten Malang Budiar Sabet Penghargaan Bergengsi PWI, Diakui hingga Tingkat Nasional

17 April 2026 09:23

Bikin Bangga! Sekda Kabupaten Malang Budiar Sabet Penghargaan Bergengsi PWI, Diakui hingga Tingkat Nasional

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

16 April 2026 11:30

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

16 April 2026 10:00

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

15 April 2026 16:30

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

15 April 2026 06:26

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend