Lepas 106 Lulusan, Fakultas Syariah UIN Malang Tekankan Integritas

27 Agustus 2026 11:45 27 Agt 2026 11:45

Nurul Aliyah, Fiqih Arfani

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Lepas 106 Lulusan, Fakultas Syariah UIN Malang Tekankan Integritas

Jajaran pimpinan Fakultas Syariah UIN Malang bersama para lulusan usai Yudisium ke-59 dan ke-60, Kamis, 27 Agustus 2026. Integritas menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada para lulusan. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

KETIK, MALANG – Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Yudisium ke-59 dan ke-60 sekaligus Pembekalan Calon Yudisium Periode III dan IV Tahun 2026, Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 Gedung Rektorat UIN Malang tersebut diikuti 106 mahasiswa dari Fakultas Syariah serta Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Syariah, Prof. Dr. Sudirman, M.H., dalam kesempatan tersebut mengumumkan jumlah peserta yudisium sekaligus mahasiswa terbaik dari tiga program studi di Fakultas Syariah, yakni Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Hukum Ekonomi Syariah (HES), dan Hukum Tata Negara (HTN).

Dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), mahasiswa terbaik diraih Fitriani Siregar dengan IPK 3,97 dan predikat cum laude. Sementara itu, mahasiswa terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) diraih Siti Inayatul Hasanah dengan IPK 3,89 dan predikat cum laude.

Adapun dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), mahasiswa terbaik diraih Fitrananda Firizqika Azmi dengan IPK 3,92 dan predikat cum laude.

Penyerahan sertifikat mahasiswa terbaik Fakultas Syariah dilakukan oleh Dekan Fakultas Syariah, Wakil Dekan I, dan Wakil Dekan III. Sementara itu, penghargaan mahasiswa terbaik dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam diserahkan oleh jajaran pimpinan fakultas tersebut.

Prof. Sudirman mengatakan yudisium kali ini memiliki makna khusus karena turut dihadiri jajaran pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Menurutnya, kehadiran tersebut menunjukkan eratnya hubungan kedua fakultas dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa.

“Yudisium kali ini sangat spesial karena dihadiri Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam. Kehadiran ini menunjukkan eratnya hubungan kedua fakultas dalam pengembangan akademik dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujar Prof. Sudirman.

Ia berharap yudisium menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk menapaki kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

“Semoga yudisium ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk meraih masa depan gemilang. Bagi yang melanjutkan studi, semoga mendapatkan beasiswa. Bagi yang bekerja, semoga memperoleh pekerjaan terbaik sesuai kompetensi. Dan bagi yang membangun keluarga, semoga dipertemukan dengan pasangan terbaik,” lanjutnya.

Foto Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., memberi sambutan pada Yudisium ke-59 dan ke-60 Fakultas Syariah, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., memberi sambutan pada Yudisium ke-59 dan ke-60 Fakultas Syariah, Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto: Fakultas Syariah UIN Malang)

Mahasiswa terbaik Fakultas Syariah, Fitriani Siregar, S.H., menyampaikan rasa syukur setelah berhasil melewati seluruh proses pendidikan, mulai dari penyelesaian skripsi hingga sidang.

“Selama proses penyelesaian skripsi hingga sidang, kami merasa senang sekaligus bersyukur karena dapat melewati setiap tahapan bersama. Saling menguatkan dengan teman-teman seperjuangan menjadi bagian yang sangat berarti,” ujar Fitriani.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan teman-teman seperjuangan yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi harus diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu dosen yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada kami. Terima kasih juga kepada teman-teman seperjuangan atas kebersamaan selama ini. Setelah menyelesaikan pendidikan, kami menyadari bahwa ilmu yang diperoleh bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Dekan Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., dalam sambutannya mengingatkan para lulusan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan nikmat yang patut disyukuri sekaligus momentum untuk terus memperbaiki diri.

Menurut Prof. Umi, Fakultas Syariah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui program peningkatan keterampilan seperti Bimbingan Teknis (Bimtek) Hakim yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.

Lulusan Fakultas Syariah, lanjutnya, memiliki ruang pengabdian yang luas, antara lain sebagai penyuluh agama Islam maupun berkiprah di lembaga peradilan, pesantren, dan berbagai institusi lainnya.

Prof. Umi juga menekankan pentingnya akhlak dan integritas bagi para lulusan. Menurutnya, nilai akademik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang setelah menyelesaikan pendidikan.

“Nilai bukan segalanya, tetapi integritas adalah yang utama. Lulusan Fakultas Syariah harus memiliki akhlak yang baik dan integritas yang luar biasa. Integritas merupakan nilai yang tidak dapat dibeli dengan uang,” pesannya.

Ia menjelaskan, Fakultas Syariah terus mengembangkan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan memperkuat pengalaman belajar mahasiswa melalui berbagai mitra, seperti pesantren dan lembaga peradilan. Fakultas Syariah juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai institusi di tingkat internasional.

Di akhir sambutannya, Prof. Umi menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa apabila selama menjalani proses pendidikan terdapat kekurangan dalam pelayanan yang diberikan jajaran pimpinan fakultas.

Rangkaian kegiatan kemudian diisi orasi ilmiah oleh Dr. Mahbub Ainur Rofiq, S.H.I., M.H., dosen Program Studi HES, dengan tema “Kehadiran Negara dan Pola Relasinya dengan Agama dalam Perspektif Islam.”

Dalam orasinya, Dr. Mahbub menjelaskan bahwa Islam memandang negara dan agama memiliki hubungan yang saling membutuhkan. Namun, relasi tersebut tidak serta-merta mengharuskan sebuah negara menerapkan sistem pemerintahan Islam.

“Dalam perspektif Islam, tidak ada pemisahan antara negara dan agama. Keduanya merupakan dua entitas yang memiliki relasi mutualisme atau saling membutuhkan. Namun, hubungan yang integral tersebut tidak berarti bahwa sebuah negara harus menggunakan sistem Islam,” ujar Dr. Mahbub.

Ia menegaskan bahwa negara dalam perspektif Islam merupakan sarana untuk mewujudkan tujuan yang lebih besar, yakni kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam Islam, negara hanyalah sarana, bukan tujuan. Tujuan berdirinya negara adalah mewujudkan kemaslahatan, keadilan, dan kemakmuran bagi rakyat. Karena itu, apa pun sistem yang digunakan, baik monarki, teokrasi, maupun demokrasi, selama mampu mewujudkan tujuan tersebut, maka sistem itu dapat dinilai sebagai sistem yang baik,” tegasnya.

Kegiatan Yudisium ke-59 dan ke-60 serta Pembekalan Calon Yudisium Periode III dan IV Tahun 2026 ditutup dengan pembacaan doa.

Tombol Google News

Tags:

Fakultas Syariah Uin Malang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Umi Sumbulah Sudirman Fitriani Siregar Mahbub Ainur Rofiq