Bukan Sekadar Nilai, Rektor Unikama Dorong Kampus Jadi Ruang Nalar

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Gumilang

2 Feb 2026 21:37

Thumbnail Bukan Sekadar Nilai, Rektor Unikama Dorong Kampus Jadi Ruang Nalar
Sudi Dul Aji selaku Rektor Universitas Kanjuruhan Malang. (Foto: Dok. Ketik.com)

KETIK, MALANG – Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) Sudi Dul Aji menghadirkan keyakinan bahwa kampus adalah tempat yang harus hidup dengan ruang berpikir kritis.

Kampus menjadi tempat ruang hidup bagi cara berpikir, tempat nalar tumbuh, diuji, dan dirawat melalui dialog yang sehat. Sehingga, ruang kuliah tak hanya sekedar jadwal perkuliahan, nilai, dan rutinitas akademik.

Pandangan ini diawali dengan keyakinannya jika pendidikan tinggi tak boleh berhenti pada proses transfer pengetahuan semata.

Menurut Sudi Dul Aji selaku Rektor Universitas Kanjuruhan Malang mengungkapkan kehadiran perguruan tinggi justru terlihat pada kemampuan mahasiswanya berpikir. Tak hanya terampil secara teknis, tapi juga peka secara intelektual dan sosial.

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

“Kampus seharusnya tidak hanya mencetak lulusan yang patuh pada sistem, tetapi manusia yang mampu bertanya, meragukan, dan mencari makna,” ungkap Sudi Dul Aji.

Pandangan tersebut berangkat dari keyakinannya bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses transfer pengetahuan semata.

Menurut Sudi Dul Aji, esensi perguruan tinggi justru terletak pada kemampuannya membentuk manusia yang berpikir, bukan hanya terampil secara teknis, tetapi juga peka secara intelektual dan sosial.

“Kampus seharusnya tidak hanya mencetak lulusan yang patuh pada sistem, tetapi manusia yang mampu bertanya, meragukan, dan mencari makna,” ungkap Sudi Dul Aji.

Baca Juga:
Bukan Sekadar Seremoni, DKA Unikama Jadikan Diseminasi Ormawa Ajang ‘Uji Kelayakan’ Proker

Dalam hal ini, ruang-ruang akademik tak bisa mempersempit yang hanya ada dosen berbicara dan mahasiswa mencatat. Menurutnya, kampus harus bisa menjadi arena dialog, tempat gagasan bertemu dengan realitas dan mempertemukan beberapa pandangan yang berbeda tanpa rasa takut.

Tak hanya itu, ia juga meyakini bahwa dialog ibarat jantung kehidupan akademik. Dialog yang terbuka, setara, dan dilandasi rasa saling menghormati akan melahirkan ilkim kampus yang sehat.

Selain itu, ruang seperti itu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk belajar berpikir argumentatif kritis tanpa kehilangan etika, berani tanpa harus bising.

Tak sekadar dialog, Sudi Dul Aji juga menempatkan seni dan kebebasan berekspresi sebagai bagian penting dari ekosistem kampus.

Menurutnya, seni adalah bahasa lain yang mengungkapkan nalar, cara manusia memahami dunia yang tak hanya melalui logika, tapi juga melalui rasa dan pengalaman.

“Kebebasan berekspresi di kampus bukan ancaman, melainkan fondasi bagi lahirnya pemikiran yang matang,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai bahwa kampus terlalu formal akan beresiko mematikan kreativitas dan keberanian intelektual mahasiswa. 

Sebaliknya, kampus yang memberikan ruang bebas berekspresi, diskusi, dan eksplorasi gagasan akan melahirkan lulusan yang lebih siap menghadapi kompleksitas kehidupan sosial.

Dalam masa jabatannya di Universitas Kanjuruhan Malang, Sudi Dul Aji selalu mengupayakan untuk menjaga keseimbangan antara tata kelola institusi dan kebebasan akademik.

Selain itu, regulasi harus tetap diperlukan, namun tak boleh menyampingkan logika. Disiplin juga tetap penting, namun tak boleh menutup ruang untuk berdialog.

Menurutnya, seorang pemimpin perguruan tinggi memiliki tugas yang tak hanya memastikan roda administrasi berjalan, melainkan menjaga agar semangat berpikir dalam kampus tetap membara.

“Ketika kampus berhenti menjadi ruang berpikir, maka di situlah ia kehilangan rohnya,” tegasnya.

Melalui pandangan tersebut, Universitas Kanjuruhan Malang diarahkan menjadi ruang tumbuh yang tak hanya membentuk sarjana, tapi juga manusia dengan keinginan belajar. 

Mereka yang mampu berpikir bebas, bersuara dengan penuh tanggung jawab, dan hadir di tengah masyarakat dengan penalaran yang jernih.

Di tengah perkembangan zaman yang kian kompleks dan penuh tantangan, pemikiran ini menjadi dasar untuk selalu mengingat bahwa masa depan pendidikan tinggi tak hanya ditentukan oleh gedung dan kurikulum kampus, tapi juga oleh keberanian kampus merawat pikiran-pikiran yang hidup.(*)

Baca Sebelumnya

Rianto Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hingga Pelaksana di Pemkab Asahan

Baca Selanjutnya

Greenland dan Aceh: Bedanya di Mana, Peluangnya Apa?

Tags:

Universitas Kanjuruhan Malang Kampus Malang Unikama Rektor Unikama Kota Malang

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

15 April 2026 16:25

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

15 April 2026 09:50

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

15 April 2026 09:40

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

15 April 2026 09:23

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

14 April 2026 22:02

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

14 April 2026 21:32

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar