KETIK, MALANG – Trend modifikasi sepeda motor di tahun 2026 ini bisa dipastikan tak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Aliran klasik seperti gaya balap lawas atau vintage racing masih menjadi pilihan utama.
Pemilik bengkel kustom motor, Ultimate Custom di Kota Malang, Vulla Hendrata, mengatakan, konsumen kini mengarah pada modifikasi yang fungsional. Artinya, semua berfungsi dan masih nyaman digunakan untuk berkendara sehari-hari.
"Saat ini, konsumen menyukai modifikasi yang fungsional dan tidak terlalu ribet. Karena saya alirannya vintage racing, maka konsumen kebanyakan memilih model cafe racer dan scrambler," ujarnya kepada Ketik.com, Minggu, 19 April 2026.
Di bengkelnya tersebut, ia melayani dua pengerjaan yaitu semi kustom atau full kustom. Tentunya, tergantung permintaan dari konsumen.
"Untuk semi kustom, selesainya lebih cepat dan lebih terjangkau karena hanya mengganti beberapa bagian atau part. Kalau yang full biasanya lebih lama karena hanya menyisakan bagian mesin motor, sedangkan rangka dan bagian-bagian lainnya kita buat sendiri," bebernya.
Vulla mengaku, pengerjaan semi kustom paling lama memakan waktu selama seminggu. Sedangkan yang full kustom, dapat dirampungkan dalam waktu satu bulan.
"Kalau full kustom, tergantung dari part yang dibuat. Semakin detail maka pengerjaan semakin sulit dan lama seperti contohnya mekanisme suspensi depan," tambahnya.
Sedangkan untuk biaya modifikasi, ia mematok tidak terlalu mahal. Berkisar mulai Rp10 juta untuk full kustom dan semi kustom tergantung dari part yang akan diganti.
"Konsumen kami macam-macam, ada yang dari Malang, luar daerah seperti Kalimantan dan bahkan Australia. Kalau di Malang ini, kebanyakan dari kalangan mahasiswa," pungkasnya.(*)
