PSTI Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia ke Final, FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman Dinilai Mulai Adaptif

2 Oktober 2026 11:15 2 Okt 2026 11:15

Thumbnail PSTI Apresiasi Perjuangan Timnas Indonesia ke Final, FIFA ASEAN Cup 2026, Herdman Dinilai Mulai Adaptif

Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia untuk lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Ignatius Indro for Ketik.com)

KETIK, MALANG – Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengapresiasi perjuangan Timnas Indonesia yang memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati persaingan ketat di Grup A.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh pada laga terakhir Grup A menjadi penentu Indonesia finis di posisi teratas dan melaju ke partai puncak. Mitchell Baker menjadi sorotan setelah mencetak lima gol dalam pertandingan tersebut.

Ketua Umum PSTI, Ignatius Indro, mengapresiasi seluruh pemain yang menunjukkan daya juang hingga pertandingan berakhir.

“Kami memberikan apresiasi kepada para pemain. Mereka menunjukkan mental untuk terus berjuang sampai pertandingan selesai. Lolos ke final bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada kerja keras pemain, tim pelatih, dan dukungan suporter yang terus mengawal Timnas,” ujar Ignatius Indro.

Selain perjuangan pemain, PSTI melihat adanya perkembangan dalam pendekatan pelatih John Herdman sepanjang turnamen. Herdman dinilai mulai mampu beradaptasi dengan situasi pertandingan, termasuk memberikan kesempatan kepada pemain yang kemudian berkontribusi di lapangan.

“Kami melihat John Herdman mulai lebih adaptif. Ada keberanian untuk memasukkan pemain yang tepat pada situasi tertentu. Ini perkembangan yang perlu diapresiasi karena pelatih memang harus mampu membaca pertandingan dan tidak terpaku pada satu skenario,” kata Indro.

Namun, PSTI mengingatkan keberhasilan mencapai final bukan berarti seluruh persoalan Timnas Indonesia telah selesai. Sektor pertahanan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi sebelum menghadapi Thailand di final.

Produktivitas sembilan gol saat menghadapi Bangladesh menunjukkan kemampuan ofensif Indonesia. Namun, dua gol yang bersarang di gawang Garuda juga menjadi catatan untuk meningkatkan konsentrasi dan organisasi pertahanan.

Thailand sendiri datang ke final dengan catatan dua kemenangan dan dua clean sheet pada dua laga sebelumnya. Thailand mengalahkan Pakistan 4-0 sebelum menundukkan Vietnam 2-0.

“Kami tidak ingin kemenangan 9-2 membuat semua pihak terlena. Final akan berbeda. Thailand bukan Bangladesh, Singapura, atau Malaysia. Mereka memiliki kualitas individu, pengalaman, dan variasi permainan yang lebih tinggi,” ujar Indro.

Menurut PSTI, Indonesia perlu memperbaiki koordinasi lini belakang dan tengah, terutama saat kehilangan bola. Transisi negatif menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan karena pemain Thailand dinilai mampu memanfaatkan ruang dengan cepat.

PSTI juga meminta pemain Indonesia mewaspadai sejumlah pemain Thailand, seperti Chanathip Songkrasin, Supachok Sarachat, Sarach Yooyen, Teerasak Poeiphimai, dan Supachai.

Chanathip memiliki pengalaman dan kemampuan menghubungkan permainan dari lini tengah ke depan. Supachok dinilai mampu menciptakan peluang, sementara Sarach menunjukkan perannya saat mencetak gol dari jarak jauh ketika Thailand mengalahkan Vietnam 2-0.

Di lini depan, Teerasak mencetak dua gol saat Thailand menang 4-0 atas Pakistan. Sementara itu, Manuel Bihr menjadi salah satu pemain penting di lini belakang Thailand yang sejauh ini belum kebobolan dalam dua pertandingan.

“Indonesia harus mewaspadai Chanathip, Supachok, Sarach, Teerasak, Supachai dan pemain-pemain Thailand lainnya. Mereka punya kualitas untuk menghukum kesalahan kecil. Karena itu, konsentrasi 90 menit harus menjadi harga mati,” tegas Indro.

PSTI melihat final melawan Thailand sebagai ujian penting bagi proses pembangunan Timnas Indonesia. Pertandingan tersebut juga menjadi pembelajaran karena Indonesia akan kembali menghadapi Thailand di fase grup Piala Asia 2027.

Keberhasilan mencapai final dinilai perlu dimanfaatkan untuk mengukur perkembangan permainan Indonesia, bukan sekadar mengejar hasil akhir.

“Final melawan Thailand harus menjadi ujian sesungguhnya bagi John Herdman. Kami ingin melihat apakah Indonesia mampu bermain dengan organisasi yang lebih baik, terutama dalam bertahan dan menghadapi lawan dengan kualitas individu yang tinggi,” kata Indro.

PSTI juga meminta suporter memberikan dukungan penuh kepada pemain selama pertandingan final. Kritik terhadap permainan serta evaluasi terhadap pelatih dan federasi, menurut PSTI, merupakan bagian dari kontrol publik. Namun, dukungan tetap dibutuhkan ketika pemain berada di lapangan.

“Kami ingin pemain tahu bahwa suporter bersama mereka. Kritik boleh, evaluasi wajib, tetapi perjuangan pemain harus tetap kita dukung. Sekarang waktunya Garuda menghadapi Thailand dengan keberanian, disiplin dan konsentrasi penuh,” ujar Indro.

Tombol Google News

Tags:

PSTI Timnas Indonesia Fifa Asean Cup 2026 Ignatius Indro John Herdman