KETIK, MALANG – Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin hadir mengisi kuliah tamu di Universitas Islam Malang (Unisma) pada Jumat (19/1/2024). Dalam kuliah tamu tersebut, Ma'ruf Amin menyerukan tentang empat bingkai dalam menjaga kerukunan antar masyarakat.
Empat bingkai tersebut selaras dengan upaya dalam membangun moderasi dalam beragama. Menurut pria yang menduduki kursi RI 2 itu, dengan menggunakan kerangka berfikir moderat, situasi nasional maupun global dapat terus terawat.
"Kekacauan negara ini karena kita tidak berfikir moderat dan juga karena kepentingan sesaat. Menurut Al-Quran, orang yang selamat ialah orang yang memiliki akal sehat dan juga hati yang bersih dalam mengambil setiap langkah," ujarnya di hadapan para mahasiswa.
Bingkai pertama yang harus dibangun dalam menjaga kerukunan ialah bingkai politis. Dalam hal ini diperlukan kesepakatan nasional untuk menjaga nilai-nilai keberagaman. Ia mencontohkan usulan khilafah yang sempat ramai digaungkan, tidak dapat diterapkan di Indonesia.
"Khilafah memang islami, tetapi kita punya kesepakatan bahwa negara kita adalah republik. Kalau kita menggantinya, namanya kita menyalahi kesepakatan. Maka saya bilang tidak bisa khilafah dimasukkan di Indonesia, bukan karena kita tidak islami tapi kita punya kesepakatan," tegasnya.
Kedua ialah bingkai yuridis, di mana aturan-aturan yang telah tertuang harus selalu dijaga dan dihormati. Kemudian ketiga ialah bingkai sosiologis yang menyangkut tentang local wisdom. Menurut Ma'ruf Amin, sering ditemukan persoalan-persoalan yang tidak dapat diselesaikan dengan kedua bingkai sebelumnya.
"Terkadang ada masalah yang tidak bisa diselesaikan dengan cara politis maupun yuridis, tetapi bisa dengan kearifan lokal," ucapnya.
Terakhir ialah teologi kerukunan, yang mengharuskan seseorang untuk berfikir agama secara moderat. Di tengah-tengah bangsa yang berbeda, teologi konflik tetap memiliki peluang untuk timbul.
Namun Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa setiap agama memiliki sisi perbedaan dan juga kesamaan. Oleh karena itu narasi yang harus sering didengungkan ialah mengarah pada narasi kerukunan, bukan narasi konflik.
"Dulu ada kelompok yang sukanya memaki, itu teologinya bukan kerukunan tapi teologi konflik. Teologi kerukunan dengan pemahaman moderat menjadi kunci dan salah satu bingkai kerukunan nasional dan bangsa," jelasnya. (*)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin Serukan Empat Bingkai untuk Jaga Kerukunan
19 Januari 2024 12:04 19 Jan 2024 12:04
Lutfia Indah, Gumilang
Redaksi Ketik.com
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin usai mengisi kuliah tamu di Unisma. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)
Tags:
UNISMA Universitas Islam Malang Wakil Presiden RI Wapres Ma'ruf Amin Ma'ruf Amin RI 2 ke Unisma Kota Malang Moderasi Beragama menjaga kerukunanBaca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di BlitarBaca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali KotaBaca Juga:
Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di MalangBaca Juga:
Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan SementaraBaca Juga:
Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari AktivitasBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
13 April 2026 19:05
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota
13 April 2026 17:45
Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara
13 April 2026 17:43
Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci
13 April 2026 17:14
Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas
12 April 2026 19:13
Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang
12 April 2026 18:25
Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang
Trending
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari
Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar
Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?
Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa
