Menteri Dukbangga/BKKBN Jawab Kekhawatiran Penganut Childfree dengan 'Tamasya'

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

12 Agt 2025 17:45

Thumbnail Menteri Dukbangga/BKKBN Jawab Kekhawatiran Penganut Childfree dengan 'Tamasya'
Menteri Dukbangga/BKKBN RI, Wihaji menjelaskan terkait fenomena childfree dan dijawab dengan program Tamasya. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN (Dukbangga/BKKBN) RI, Wihaji menjawab kekhawatiran masyarakat yang menganut childfree. Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut kementerian mencanangkan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). 

Dari data yang dimiliki BKKBN, terdapat 71.000 perempuan di Indonesia yang menikah namun ingin memilih untuk tidak punya anak. Setelah berbincang dengan beberapa dari mereka, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi. Mulai dari kondisi ekonomi, pekerjaan, dan menemukan makna baru dari kebahagiaan. 

"Mereka memikirkan bagaimana pengasuhan anaknya, menggaji pembantu. Kemudian kerja tetapi karena punya anak, harus keluar. Ada juga faktor yang menyebutkan ada peradaban baru, menggeser kebahagiaan lebih asik dengan boneka dan sebagainya," ujarnya, Selasa 12 Agustus 2025, di Kota Malang. 

Ia menganggap bahwa di Indonesia, childfree bukanlah pilihan yang tepat. Namun persoalan tersebut tetap harus diatasi oleh pemerintah. 

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

"Maka saya menjawab dengan program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Untuk memastikan menjawab apa yang mereka takuti. Kalau mereka takut tidak ada yang mengasuh anaknya, kami buatkan Taman Penitipan Anak (TPA) di Tamasya," lanjutnya. 

Dengan demikian, orang tua yang bekerja tidak perlu berhenti. Program ini telah menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga seluruh korporasi yang bergerak di Kemen-LH, ataupun perusahaan perkebunan sawit diharuskan memenuhi syarat pada Tamasya ini. 

"Di swasta juga ada, tentu mungkin ada yang berbayar, kami menghormati itu. Terutama pabrik-pabrik yang pekerjanya banyak perempuan, kami minta untuk disiapkan Tamasya," imbuhnya. 

Wihaji pun mengimbau agar berbagai pihak mulai menyiapkan Tamasya layaknya taman penitipan anak. Pengasuh pun harus disertai dengan sertifikat keterampilan sehingga kualitas pengasuhan pun lebih terjamin. 

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Bagus kok, beberapa tempat sudah oke, sangat senang, nyaman hidup bersama teman-teman sebayanya. Konsepnya sih sederhana, taman penitipan anak yang disiapkan oleh pemerintah, korporasi maupun swasta dan Kementerian BUMN," pungkasnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Polres Batu Sebut Karnaval Sound Horeg di Kota Batu Berlangsung Sesuai Kesepakatan

Baca Selanjutnya

Pemkot Batu Terima Alokasi DBHCHT Sebesar Rp32 Miliar di Tahun 2025

Tags:

Kementerian Dukbangga/BKKBN BKKBN Kota Malang Childfree Tamasya Teman Asuh Sayang Anak

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar