Iran–AS Memanas, Akademisi UB Pertanyakan Konsistensi Politik Bebas-Aktif Indonesia Usai Masuk BoP

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

5 Mar 2026 19:42

Thumbnail Iran–AS Memanas, Akademisi UB Pertanyakan Konsistensi Politik Bebas-Aktif Indonesia Usai Masuk BoP
Akademisi HI UB Abdullah menyoroti posisi Indonesia di tengah memanasnya konflik Iran dan Amerika Serikat serta keanggotaan dalam BoP. (Foto: Humas UB)

KETIK, MALANG – Akademisi Hubungan Internasional (HI) Universitas Brawijaya (UB), Abdullah, menyoroti posisi Indonesia di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Setelah resmi bergabung dalam keanggotaan Board of Peace (BoP), konsistensi politik bebas-aktif yang dianut Indonesia kini mulai dipertanyakan.

Menurut Abdullah, keanggotaan dalam BoP membuat posisi Indonesia tidak diuntungkan. Terlebih Amerika Serikat maju sebagai pemimpin dalam BoP yang membuat Indonesia berada di posisi rawan tekanan.

“Dengan masuknya Indonesia dalam BoP dan Amerika Serikat sebagai leader, Indonesia berada dalam konfigurasi yang rawan tekanan. Indonesia bisa menghadapi tekanan diplomatik, ekonomi, bahkan keamanan untuk menunjukkan keberpihakan,” ujarnya, Kamis 5 Maret 2026.

Apabila Indonesia condong dalam salah satu blok maka hubungan dengan blok lain pun berpotensi mengalami pergesekan. Dampak yang tercipta mulai dari hambatan perdagangan, investasi yang menurun, kerja sama pertahanan mengalami gangguan, hingga dukungan politik di forum multilateral menurun.

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Namun, di sisi lain, jika Indonesia bersikap ambigu atau tidak tegas dalam menyikapi konflik, kredibilitasnya sebagai negara kekuatan menengah (middle power) akan dipertanyakan. Peran Indonesia dalam penegakan prinsip hukum internasional pun turut diragukan.

“Jika terlalu ambigu, ada risiko Indonesia dinilai kurang berperan dalam menegakkan prinsip hukum internasional dan stabilitas global. Ini bisa mengurangi kredibilitas Indonesia sebagai negara yang selama ini konsisten dengan politik luar negeri bebas dan aktif,” lanjutnya.

Saat ini, dunia internasional cenderung membingkai konflik tersebut sebagai konflik internal dunia Islam antara Iran dan negara-negara Teluk Arab yang berkoalisi dengan AS. Namun, Abdullah menegaskan bahwa akar permasalahan sebenarnya bersifat politik dan strategis.

“Perang ini sudah diframing sebagai perang di dalam dunia Islam, padahal persoalannya adalah politik. Iran tidak mau tunduk terhadap Amerika Serikat, dan berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, Iran mengklaim memiliki hak membela diri,” terangnya.

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Iran beranggapan bahwa berdasarkan Piagam PBB, mereka memiliki legitimasi dalam melakukan serangan balasan. Termasuk pada pangkalan militer dan situs AS di kawasan Teluk.

Pada konteks ini, Indonesia memiliki tantangan dalam menjaga konsistensi dan prinsip politik bebas aktif. Mengingat konflik tersebut juga dapat berpengaruh pada tatanan geopolitik Indonesia.

“Indonesia harus mampu menjaga keseimbangan, mempertahankan kredibilitas, dan tetap berperan dalam mendorong stabilitas global,” tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bupati Simeulue Luncurkan Program Upsus Gerakan Tanam Cepat Panen

Baca Selanjutnya

Barang Bukti Inkrah Dimusnahkan, Kejari Banyuasin Lenyapkan Sabu hingga Rokok Ilegal

Tags:

Konflik Iran vs AS Iran Amerika Serikat Board of Peace Indonesia Politik Bebas Aktif Universitas Brawijaya UB HI UB

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar