Emak-Emak di Kota Malang Bergerak, Tuntut Harga Sembako Hingga Kritik Rezim Jokowi

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

6 Mar 2024 14:28

Headline

Thumbnail Emak-Emak di Kota Malang Bergerak, Tuntut Harga Sembako Hingga Kritik Rezim Jokowi
Emak-emak yang melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Sekelompok emak-emak di Kota Malang mulai beraksi menyuarakan nasib rakyat. Aksi tersebut diwujudkan dengan demonstrasi yang digelar di depan Kantor DPRD Kota Malang pada Rabu (6/3/2024). 

Demonstran yang menyatakan diri sebagai Aliansi Rakyat Menggugat untuk Indonesia itu melayangkan sejumlah tuntutan. Dengan berbekal peralatan dapur, emak-emak tersebut menuntut penurunan harga sembako dan juga mengkritik kepemimpinan rezim Joko Widodo. 

Salah satu demonstran tersebut ialah Rahayu Ningsih. Lansia ini menyebut, kenaikan harga sembako telah menyusahkan seluruh lapisan masyarakat. Bahkan mahalnya harga sembako telah membawanya mengingat memori zaman dahulu. 

"Saya pernah antri beras di zaman Presiden Sukarno. Jadi saat ini kita seperti mendulang memori untuk antri beras, kalau zaman dulu orang ngantri beras itu, memang betul-betul kelaparan, kumuh-kumuh," ucap Rahayu saat melakukan demonstrasi. 

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Menurutnya, meratanya penderitaan masyarakat tersebut juga ditandai dengan banyaknya ibu-ibu yang mengantre telah berpenampilan modis. Kondisi tersebut berbeda dengan era Presiden Sukarno, ketika warga yang antre sembako terlihat seperti golongan kelas bawah. 

"Kemudian mereka (di zaman Presiden Sukarno) sangat-sangat memelas kondisinya,  tapi saat ini yang antri beras justru ibu-ibunya sudah modis-modis. Kemudian ada juga yang betul-betul melas, jadi sekarang ini memang kemiskinan betul-betul merata," serunya. 

Para emak-emak progresif itu juga meminta pemerintah kembali pada cita-cita reformasi 1998 dan demokrasi konstitusional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Mereka juga menyoroti penyelenggaraan Pemilu 2024 sekaligus mendukung dilakukannya hak angket.

Salah satu aktivis perempuan yaitu Agung Sintha turut hadir untuk menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi bangsa Indonesia. Menurutnya pemerintah telah memainkan segala instrumen mulai dari hukum, aturan, harga pasar yang merugikan masyarakat. 

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

"Sekarang bagaimana, harga-harga beras naik tapi petani tidak merasakan dampak kenaikan harganya," tegasnya.

Ia menegaskan rasa sakit hatinya terhadap pemerintah yang mempermainkan demokrasi di negeri ini. Banyak pelanggaran yang terjadi selama Pemilu 2024 namun lembaga negara telah buta dan dikendalikan oleh kekuasaan Presiden Jokowi. 

"Mahkamah Konstitusi sekarang sudah dijadikan mainan, diobok-obok, dan diubah aturan mainnya oleh Pak Jokowi, untuk menjadikan anaknya sebagai Calon Wakil Presiden. Pemilu 2024 adalah yang damai tapi rusak, rusaknya bukan dari coblosan tapi dimulai dari MK," tutupnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Ini Daftar 50 Wakil Rakyat yang Bakal Mengisi Kursi DPRD Bangkalan Periode 2024-2029

Baca Selanjutnya

Posisi Ketua DPRD Sidoarjo Tentukan Peta Pilbup, IRPD: Faktor Loyalitas-Kapabilitas Jadi Pertimbangan

Tags:

Demo Emak-Emak Emak-Emak Beraksi Emak-Emak Tuntut Presiden Jokowi Kota Malang Demo Kota Malang Kenaikan harga beras kenaikan harga sembako

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H