Pentas Kangen KaKaSya Suguhkan Kisah Coban Rondo, Wali Kota Malang Terpukau Ending Tak Terduga!

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

15 Jun 2025 16:12

Thumbnail Pentas Kangen KaKaSya Suguhkan Kisah Coban Rondo, Wali Kota Malang Terpukau Ending Tak Terduga!
Pentas Kangen yang berkisah tentang Legenda Coban Rondo. (Foto: Studio Seni KaKaSya)

KETIK, MALANG – Pentas Kangen yang digelar oleh Studio Seni Krida Kumara Çamhita (KaKaSya) berhasil menuai decak kagum, tak terkecuali dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Pertunjukan teater yang penuh kejutan ini dipentaskan pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, di Studio UB TV.

Pentas tersebut mengangkat cinta segitiga antara Dewi Anjarwati, bangsawan dari Gunung Kawi, dengan Raden Baron Kusuma dari Gunung Arjuna dan Awi Kumbara, seorang berandal yang juga teman masa kecilnya. 

Dewi Anjarwati melanggar pamali untuk menghindar dari kejaran Awi Kumbara. Hingga akhirnya terjadilah tragedi besar saat perjalanannya dihadang oleh Jaka Lelana. 

Tragedi tersebut membuat tewasnya Raden Baron Kusuma dan Jaka Lelana usai duel tragis. Dewi Anjarwati bersumpah tetap menanti sang suami di balik air terjun. 

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

Wahyu Hidayat memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya gelaran tersebut. 

"Saya mengapresiasi, saya memang sengaja datang kesini ingin melihat langsung, katanya tadi ini kangenan ya, tapi luar biasa endingnya tidak bisa ditebak," ujar Wahyu.

Awalnya ia mengira cerita akan berakhir bahagia. Namun tanpa dikira, cerita tentang Legenda Coban Rondo itu justru berakhir sedih. 

"Saya tadi berpikir akan happy ending, ternyata sad ending. Prediksi saya salah berarti. Jalan ceritanya tidak bisa ditebak. Ternyata ini legenda cerita Coban Rondo ya. Menonjolkan kearifan lokal," lanjutnya.

Baca Juga:
PT Winmar Studi Banding ke Thailand, Bidik Standar Global untuk Benih Jagung Hibrida

Pentas tersebut menjadi dorongan untuk terus mengangkat budaya lokal khususnya Malangan. Terlebih anak muda perlu mendapatkan alternatif tontonan selain budaya dari luar negeri. 

"Malang khasnya luar biasa, ternyata budaya kental sekali. Dari yang kecil hingga besar. Bahwa ada budaya-budaya yang kita kenal, kalau dulu anak muda tontonannya drama Korea, ke depan kita harus bikin drama Malangan," ucapnya.

Berdiri sejak 1981, Studio Seni KaKaSya dikenal rutin mengadakan program edukasi yang memadukan budaya dan sejarah dalam setiap pertunjukannya. Pentas Kangen tersebut digelar teater lintas generasi dengan tema Galeri Kisah Nusantara. 

Terdapat tiga naskah dengan lakon utama berjudul “Air Terjun Penantian” karya A Ulum. Sedangkan dua penampilan lain sebagai pentas pembuka ialah “Puncak Asmara Desa Dadapan” karya Wahyu Prabowo dan “Petak Umpet” karya Alfanul U.

Produser pentas dan penanggungjawab program, Made Suprapto, menjelaskan bahwa Pentas Kangen ini menjadi wisata edukasi budaya. 

"Menandai 44 tahun berkarya, Studio Seni KaKaSya menghadirkan Pentas Kangen salah satunya untuk ajang reuni seluruh anggota lintas generasi. Sekaligus kami ingin kembali aktif berkontribusi di kancah seni pertunjukan di Kota Malang," ungkap Made Suprapto. 

Menurutnya, minat anak muda akan seni pertunjukkan masih memperlihatkan tren positif. Melalui kolaborasi lintas generasi, ruang untuk seni teater berkisah tradisional dapat semakin terbuka lebar. 

"Harapan kami, Pentas Kangen tidak hanya menjadi tontonan kekinian, tapi juga tuntunan yang mengangkat nilai-nilai budaya dan sejarah. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap kekayaan kisah Nusantara," tambahnya.

Sutradara naskah Air Terjun Penantian, Alfanul Ulum, menjelaskan penampilan tersebut menjadi bagian dalam meluruskan sejarah dan mitos yang berkembang di masyarakat. 

"Kami ingin menghadirkan kembali kisah-kisah lokal dengan pendekatan yang lebih segar dan edukatif, terutama kepada generasi muda. Mitos Dewi Anjarwati sebagai penunggu Coban Rondo selama ini kerap disalahpahami. Melalui pertunjukan ini, kami ingin mengembalikan narasi yang lebih adil dan bernilai budaya," terangnya.

Selama ini Dewi Anjarwati dikenal sebagai penunggu Coban Rondo yang dapat mengganggu pasangan kekasih yang datang ke sana. 

"Kami ingin menyuguhkan narasi alternatif yang lebih adil dan bernuansa budaya. Kisah Dewi Anjarwati selama ini sering direduksi menjadi mitos negatif, padahal ada sisi kemanusiaan dan kesetiaan yang dalam di baliknya," ujarnya. (*)

Baca Sebelumnya

PWI Tuban Kembali Gelar Turnamen E-Sport! Total Hadiah Rp15 Juta

Baca Selanjutnya

Pameran Foto Dokumenter Warnai Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Batu

Tags:

Studio Seni KaKaSya Coban Rondo Wali Kota Malang Wahyu Hidayat malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar