Mengenal Prof Indah dari UMM, Guru Besar Penggerak Peternakan-Pertanian hingga Pelosok Negeri

Jurnalis: Audrey Zahira
Editor: Rahmat Rifadin

20 Jul 2025 08:01

Thumbnail Mengenal Prof Indah dari UMM, Guru Besar Penggerak Peternakan-Pertanian hingga Pelosok Negeri
Wawancara Bersama Prof. Indah Prihatini (kanan), di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto: Audrey Zahira/Ketik)

KETIK, MALANG – Prof. Indah Prihatini, Guru Besar di bidang Nutrisi dan Makanan Ternak dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi sosok inspiratif di balik inovasi pupuk dan probiotik ramah lingkungan yang mampu menghilangkan residu kimia di lahan pertanian dan produk peternakan.

Inovasi hasil risetnya kini telah digunakan oleh petani dan peternak di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Jawa hingga wilayah pelosok seperti Papua.

Perempuan berusia 59 tahun ini merupakan lulusan Sarjana Peternakan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Sejak lama, ia dikenal sebagai akademisi yang aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penelitian terapan di bidang pertanian dan peternakan.

Ia memulai penelitiannya sejak 2001 dan berhasil meluncurkan produk pertamanya pada 2007.

Baca Juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Ingatkan Kalaksa BPBD se-Jatim Siap Siaga

Produk-produk yang ia kembangkan antara lain pupuk organik cair, pupuk hayati, pembenah tanah, serta probiotik untuk hewan ternak dan ikan.

Salah satu keunggulan produknya adalah kemampuannya dalam menurunkan kandungan residu bahan kimia berbahaya yang terdapat pada tanah, susu, telur, hingga hasil panen seperti padi, apel, dan salak.

“Awalnya saya fokus pada ternak. Tapi setelah hasilnya bagus, saya coba terapkan juga ke tanah dan tanaman. Ternyata tidak hanya bisa membersihkan residu, tapi juga menyuburkan tanah dan meningkatkan kualitas panen,” ungkap Prof. Indah.

Inovasinya sudah diterapkan di berbagai daerah seperti Malang Raya, Bojonegoro, Bondowoso, Sambas di Kalimantan Barat, hingga Merauke dan Jayapura di Papua. Salah satu produk yang paling digemari petani adalah pupuk organik cair yang dipercaya mampu membuat nasi terasa lebih manis dan buah apel menjadi lebih segar.

Baca Juga:
Petani Harap Tenang! Potensi El Nino Diprediksi Tak Ganggu Lahan Pertanian di Kota Malang

Tak hanya berkutat di laboratorium, Prof. Indah juga dikenal sebagai sosok yang gemar turun langsung ke lapangan. Ia aktif mendampingi petani dan peternak melalui pelatihan serta pendampingan intensif.

Bersama Bank Indonesia dan berbagai lembaga pemerintah, ia telah terlibat dalam program pemberdayaan petani di lebih dari 15 provinsi.

“Saya memang orang lapangan. Selama masyarakat membutuhkan ilmu dan teknologi ini, saya akan hadir, asalkan ada yang memfasilitasi,” ujarnya dengan semangat.

Kontribusi Prof. Indah tidak hanya meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk serta pestisida kimia yang bisa merusak lingkungan.

Saat ini, ia masih terus melakukan pengembangan teknologi, salah satunya adalah riset pembuatan pupuk berbasis nano yang diyakini dapat meningkatkan penyerapan nutrisi oleh tanaman secara lebih efisien. Ia juga gencar mendorong agar hasil-hasil riset ini bisa diproduksi secara massal dan masuk ke jalur industri, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia. (*)

Baca Sebelumnya

Papaloang Cup: Humanis Fc Pesta Gol di Kandang Tuan Rumah

Baca Selanjutnya

Satlantas Pekalongan Pilih Cara Humanis: Ngopi Sambil Dengar Curhat Sopir Angkot

Tags:

UMM #UniversitasMuhammadiyahMalang #FakuktasPertaniandanPeternakan #PupukOrganik Pertanian Peternakan

Berita lainnya oleh Audrey Zahira

UM: Cetak Empat Tahun Berturut-turut Raih Predikat Kampus Informatif!

18 Desember 2025 12:45

UM: Cetak Empat Tahun Berturut-turut Raih Predikat Kampus Informatif!

BSI Targetkan Tambah 1.000 Kerja Sama Pesantren pada 2025

12 Desember 2025 12:00

BSI Targetkan Tambah 1.000 Kerja Sama Pesantren pada 2025

Resmi! BSI Pemegang Hak Penamaan Stasiun MRT Lebak Bulus

11 Desember 2025 18:05

Resmi! BSI Pemegang Hak Penamaan Stasiun MRT Lebak Bulus

BSI Tegaskan Komitmen Layanan Inklusif di Hari Disabilitas Internasional 2025

4 Desember 2025 09:40

BSI Tegaskan Komitmen Layanan Inklusif di Hari Disabilitas Internasional 2025

BSI Perkuat Penyaluran ZISWAF untuk 300.000 Masyarakat Indonesia

16 November 2025 23:12

BSI Perkuat Penyaluran ZISWAF untuk 300.000 Masyarakat Indonesia

Maher Zain Live in Concert 2025: Tur Indonesia Bersama Harris J Siap Guncang Tiga Kota Besar

10 November 2025 13:29

Maher Zain Live in Concert 2025: Tur Indonesia Bersama Harris J Siap Guncang Tiga Kota Besar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar