Mengenal Koentjaraningrat, Bapak Antropologi Indonesia

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

27 Des 2024 06:00

Thumbnail Mengenal Koentjaraningrat, Bapak Antropologi Indonesia
Koentjaraningrat, Bapak Antropologi Indonesia. (Foto: ugmpress.ugm.ac.id)

KETIK, MALANG – Nama Prof.Dr. Koentjaraningrat sangat populer di kalangan mahasiswa ilmu sosial humaniora, khususnya Antropologi. Berkat kontribusinya, Pak Koen dinobatkan sebagai Bapak Antropologi Indonesia.

Ia lahir di Yogyakarta, 15 Juni 1923 dan merupakan keturunan bangsawan. Pak Koen menempuh sekolah dasar di Europeesche Lagere School dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang diperuntukkan bagi anak-anak Belanda.

Kehidupannya yang kerap dihabiskan di lingkungan keraton membuatnya akrab dengan seni dan kebudayaan Jawa. Dari situlah awal kepribadiannya terbentuk hingga akhirnya menjadi seorang Antropolog.

Terdapat beragam karya tulis yang telah ia lahirkan dan menjadi warisan bagi keilmuan di Indonesia.

Baca Juga:
Dosen Antropologi Jelaskan Pemahaman Multikultural, Menikmati Perbedaan untuk Atasi Rasisme

Bahkan bukunya bertajuk "Pengantar Ilmu Antropologi Indonesia" menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa Antropologi di Indonesia.

Pak Koen juga merintis berdirinya 11 jurusan Antropologi di berbagai kampus di Indonesia. Jasanya terhadap Ilmu Antropologi di Indonesia salah satunya ditunjukkan dari tercetusnya 7 unsur kebudayaan.

Ketujuh unsur kebudayaan itu terdiri dari bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian.

Pada 1957, ia mendirikan Jurusan Antropologi pertama kali di UI yang saat itu masuk di Fakultas Sastra. Pak Koen juga mendirikan Departemen Antropologi di Universitas Cendrawasih, Universitas Syiah Kuala, dan berbagai kampus lainnya.

Baca Juga:
Jadi Fenomena Sosial, Begini Antropologi Memandang Akar Persoalan Rasisme

Tak hanya membangun dasar Antropologi Indonesia, Pak Koen tak henti memperjuangkan Antropologi sebagai ilmu yang berkontribusi terhadap kebijakan publik berbasis riset.

Melalui Antropologi, kebijakan pembangunan di Indonesia dapat mengedepankan wawasan kebudayaan. (*)

Baca Sebelumnya

Plt Bupati Subandi Berterima Kasih, Pasar Surungan Sediakan Tempat Berdagang yang Bersih dan Nyaman

Baca Selanjutnya

Tangis Haru Rektor UTM Prof Safi' saat Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Perundang -undangan

Tags:

Bapak Antropologi Indonesia Koentjaraningrat Antropologi Tujuh Unsur Kebudayaan Ilmu Antropologi

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar