RSUD Saiful Anwar Malang Kembangkan SAPINTAS TB, Kunjungan Klinik TBC Melonjak Signifikan

10 Agustus 2026 10:48 10 Agt 2026 10:48

Shilfina Hidayah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail RSUD Saiful Anwar Malang Kembangkan SAPINTAS TB, Kunjungan Klinik TBC Melonjak Signifikan

Pelayanan SAPINTAS TB yang berlangsung di RSUD Dr. Saiful Anwar Kota Malang (Foto: Humas RSSA Malang)

KETIK, MALANG – Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu (IPIT) RSUD Dr. Saiful Anwar mengembangkan SAPINTAS TB (Satu Pintu Tuntaskan Tuberkulosis), model pelayanan tuberkulosis terpadu berkonsep One Stop Service, One Day Finish.

Pelayanan ini menjawab kebutuhan koordinasi pelayanan TBC yang sebelumnya melibatkan berbagai unit dan profesi secara terpisah.

Inovasi ini diujicobakan pada Januari–Mei 2023 di Klinik TBC Resistan Obat (TBC RO), lalu resmi diimplementasikan pada 1 Juni 2023. Melalui sistem ini, pelayanan medis, keperawatan, laboratorium, radiologi, farmasi, konseling gizi, edukasi pasien, hingga pencatatan-pelaporan lewat Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) diintegrasikan dalam satu alur.

Sejak 2024, SAPINTAS TB diperluas ke Klinik TBC Sensitif Obat (TBC SO) dengan penambahan sejumlah fitur, di antaranya pelayanan Multi-DPJP agar pasien tetap ditangani dokter sesuai kompetensinya, Form Skrining Konsulan Tuberkulosis untuk penemuan kasus dini, serta Form Skrining Awal dan Triage Klinik TB yang menentukan jalur pelayanan pasien.

Koordinasi antarprofesi turut diperkuat melalui Grup WhatsApp SAPINTAS TB RSSA, sementara optimalisasi SIMRS mendukung dokumentasi pelayanan lintas disiplin yang lebih terintegrasi.

Berdasarkan data SIMRS RSSA, kunjungan Klinik TBC SO melonjak dari 207 kunjungan pada 2023 menjadi 3.339 kunjungan pada 2024 dan 3.744 kunjungan pada 2025, sedangkan periode Januari–Juni 2026 telah mencapai 2.198 kunjungan. Klinik TBC RO juga mencatat peningkatan dari 695 kunjungan (2022) menjadi 1.846 kunjungan (2023) dan 2.014 kunjungan (2024).

Ke depan, SAPINTAS TB akan terus dikembangkan melalui penguatan kolaborasi multidisiplin dan pemanfaatan teknologi informasi, dengan harapan dapat direplikasi di fasilitas kesehatan lain sebagai bagian dari upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sapintas Tb RSSA Malang Rsud Saiful Anwar Pelayanan Tb Rssa