Program PMT Kota Malang Lebih Prioritaskan Balita dengan Tiga Kriteria

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

1 Jul 2023 08:30

Thumbnail Program PMT Kota Malang Lebih Prioritaskan Balita dengan Tiga Kriteria
Pelaksanaan BIAN di Puskesmas Rampal Celaket (foto: Instagram @pkm_rampalcelaket)

KETIK, MALANG – Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Malang menangani kasus stunting.

Kendati telah dianggarkan dalam APBD Kota Malang tahun 2023, namun prioritas PMT masih ditujukan pada balita yang mengalami kondisi tertentu.

Di antaranya adalah balita wasting atau kondisi di mana berat badan balita mengalami penurunan secara terus menerus hingga berada di bawah standar. Kriteria kedua ialah stunted atau status pertumbuhan anak yang terhambat, dan bayi tidak naik timbangan.

"Program PMT sudah dianggarkan, tapi memang prioritasnya balita dengan tiga kriteria itu," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif pada Sabtu (1/7/2023).

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Jenis makanan tambahan yang diberikan kepada balita ditentukan berdasarkan rekomendasi dari tenaga nutrisionis di masing-masing wilayah. Hal ini bertujuan untuk menyediakan makanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap balita.

"PMT itu atas rekomendasi dari tenaga nutrisionis yang ada di wilayah masing-masing. Bantuan atau makanannya disesuaikan dengan kebutuhan balita," tambahnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji menegaskan penanganan stunting termasuk PMT, harus menjadi prioritas anggaran Pemkot Malang.

Mengingat saat ia melakukan pertemuan dengan kader Posyandu, banyak dari mereka yang masih mengandalkan swadaya untuk PMT.

Baca Juga:
Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

"Saat audiensi, hampir semua perwakilan kader dari lima kecamatan mengatakan selama ini mereka swadaya. Contohnya di Samaan, ada istilah Klentingan yang sifatnya iuran sukarela. Salah satunya dipergunakan untuk program di Posyandu," tutur Bayu.

Bayu berharap agar program PMT dapat dianggarkan dalam APBD perubahan sebagai langkah mengurangi beban masyarakat dalam menangani stunting. Terlebih terdapat SILPA anggaran sebesar Rp 460 miliar pada APBD Kota Malang tahun 2022.

"Kita akan selalu komunikasikan dengan Dinkes, harapannya walaupun mungkin belum maksimal, tapi sedikit-sedikit bisa dianggarkan dalam APBD perubahan. Jadi tinggal kemauan Pemkot Malang saja. Saya yakin kalau mau pasti bisa, karena anggaran daerah kan pasti ada. Kita juga tahu di APBD 2022 itu SILPA Rp 460 miliar, jadi harusnya bisa," katanya.

Meskipun angka stunting di Kota Malang mengalami penurunan, penanganan stunting tetap harus melibatkan berbagai aspek, seperti pendampingan pra nikah dan ibu hamil. 

"Penanganan stunting itu kompleks. Mulai dari pendampingan pra nikah, ibu hamil, dan segala macam. Tapi yang pasti kader posyandu melakukan penyuluhan setiap bulan. Ketika itu juga diberikan makanan tambahan untuk balita," lanjut Husnul.(*)

Baca Sebelumnya

Makan Daging Kurban Olahan, Puluhan Warga Kalilom Lor Indah Seruni Keracunan

Baca Selanjutnya

HUT Bhayangkara ke-77, PDIP Puji Program Quick Win Polri

Tags:

Stunting pemberian makanan tambahan Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar