Kota Malang Catat Ratusan Suspek Campak, Kaprodi Kedokteran Unisma: Cek Status Imunisasi, Awas Ledakan Kasus!

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

27 Sep 2025 16:20

Thumbnail Kota Malang Catat Ratusan Suspek Campak, Kaprodi Kedokteran Unisma: Cek Status Imunisasi, Awas Ledakan Kasus!
Kaprodi Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma), dr. Yeni Amalia menjelaskan ledakan kasus campak. (Foto: dr Yeni untuk Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kota Malang mencatat ratusan anak sempat berstatus suspek penyakit campak. Kepala Program Studi (Kaprodi) Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma), dr. Yeni Amalia, SpA, MBiomed., menyoroti kondisi ini dan mengingatkan perlunya kewaspadaan agar tidak terjadi lonjakan atau "ledakan kasus" di kemudian hari.

Menurut dr. Yeni, ancaman ledakan kasus ini sangat berkaitan dengan penurunan cakupan imunisasi anak yang terpengaruh sejak masa Pandemi Covid-19. Ia mendesak para orang tua untuk rutin mengecek status imunisasi anak.

"Dalam data dikatakan cakupan imunisasi campak itu harusnya lebih dari 95 persen, tapi kita turun. Begitu turun maka kekebalan komunitas itu juga akan turun. Di situlah dalam sekian periode akan terjadi ledakan kasus-kasus campak," ujarnya, Sabtu, 27 September 2025.

Apabila terjadi lonjakan kasus campak, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memutus mata rantai penularan. Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan, harus menelisik akar masalah penurunan cakupan imunisasi.

Baca Juga:
Waspada Campak, Ini Tips Penanganan yang Benar Menurut Dokter RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro

"Jadi ada kerja sama dari Dinas Kesehatan, sekolah-sekolah, edukasi dari pihak-pihak semua yang terkait. Bagaimana caranya cakupan imunisasi campak itu kembali tinggi," lanjutnya. 

Orang tua memegang peran krusial dalam menjaga imunitas anak. Dr. Yeni menekankan bahwa edukasi penting untuk memastikan anak menerima nutrisi yang baik dan menjalani program imunisasi sesuai jadwal dan usia.

Ketika diketahui ada anak terkena campak di lingkungan, penularan harus segera dihentikan.

"Misal sekolah tahu ada muridnya yang sakit ya harus segera diedukasi untuk pulang istirahat di rumah. Orang tua juga harus sadar bahwa ketika anaknya sakit itu harus diistirahatkan dulu di rumah," tegasnya. 

Baca Juga:
Tren Meningkat, RSUD Brebes Siapkan Ruang Isolasi Rawat 44 Pasien Suspek Campak

Orang tua kerap luput, padahal saat sakit anak membutuhkan recovery dengan istirahat dan nutrisi cukup. Hal ini penting untuk memutus transmisi campak sekaligus mengurangi potensi anak terserang penyakit penyerta lainnya.

Dr. Yeni juga mengingatkan bahwa hingga kini campak belum memiliki obat spesifik. Penanganan yang optimal dilakukan melalui dukungan daya tahan tubuh.

"Campak itu masih tidak ada obatnya. Jadi optimalisasi dengan pemberian multivitamin, terutama vitamin A, karena dia banyak mengganggu, menyerang di mukosa, saluran napas. Kita tingkatkan daya tahan tubuhnya dengan pembelian multivitamin," kata Dokter Anak RSI Unisma itu. 

Selain anak-anak, orang dewasa, terutama ibu hamil, juga diminta tetap waspada. Virus campak yang menyerang ibu hamil berpotensi menular ke bayi dalam kandungan, yang dapat berakibat kelainan bawaan.

"Kasusnya ada banyak, makanya itu harus diputus, imunisasi untuk memutus mata rantai. Misalkan anak-anak kecil itu sakit, sedangkan mamanya lagi hamil, kan bahaya," tegasnya. (*)

Baca Sebelumnya

118 Rumah di Situbondo Rusak Diterjang Gempa, Bupati Rio: Pemkab Siap Renovasi

Baca Selanjutnya

Resmi Wisuda Magister di Unair, HM Arum Sabil: Belajar Tidak Mengenal Usia

Tags:

Kasus Campak UNISMA Kaprodi Kedokteran Unisma Kedokteran Unisma Imunisasi Campak dr. Yeni Amalia Campak

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar