Konflik Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Global, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Jurnalis: Diva Oktavia Maulana
Editor: Mustopa

2 Mar 2026 18:44

Thumbnail Konflik Iran Berpotensi Tekan Ekonomi Global, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Ginanjar Indra Kusuma Nugraha selaku dosen mata kuliah bisnis internasional dan Agung Suwandaru selaku dosen mata kuliah ekonomi bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Merdeka Malang (Foto: Dokumen Pribadi)

KETIK, MALANG – Ketegangan yang melibatkan Iran di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi menimbulkan instabilitas ekonomi global. Dampaknya tidak hanya terasa di kawasan konflik, tetapi juga bisa merembet ke negara lain, termasuk Indonesia.

Dosen Prodi Administrasi Bisnis dari Universitas Merdeka Malang, yang mengajar di mata kuliah Bisnis Internasional, Ginanjar Indra Kusuma Nugraha menjelaskan bahwa posisi Iran yang strategis, terutama terkait Selat Hormuz, menjadi faktor kunci dalam dinamika ekonomi global.

“Iran itu sebagai pemegang otoritas di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital ekspor-impor dunia. Ketika terjadi ketegangan atau serangan, lalu lintas perdagangan menjadi tidak leluasa. Dampaknya bisa memicu inflasi dan kenaikan biaya komoditas,” ujarnya.

Selat Hormuz diketahui menjadi salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi menghambat distribusi minyak mentah dan komoditas strategis lainnya.

Baca Juga:
Dilema Pedagang Kecil Saat Harga Plastik Naik, Harga Jual Tak Berani Ikut

Selain itu, Iran juga merupakan salah satu penopang produksi minyak di Timur Tengah. Menurut Ginanjar, konflik yang terjadi akan berdampak pada kebijakan ekonomi Iran dan negara-negara yang selama ini bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.

"Iran adalah salah satu negara yang menopang minyak di daerah Timur Tengah dan beberapa negara di Eropa. Adanya invasi kemarin itu jelas akan mengubah arah kebijakan perekonomian di Iran, nah otomatis yang akan merasakan dampaknya adalah negara-negara di Timur Tengah dan beberapa negara Eropa yang mendapatkan pasokan itu" jelasnya.

Jika harga minyak dunia naik, Indonesia sebagai negara yang masih memiliki ketergantungan pada energi fosil berpotensi ikut terdampak, terutama dari sisi fiskal.

“Sebelum konflik pun kondisi ekonomi global sudah tidak stabil. Nilai tukar rupiah juga sempat tertekan. Jika harga minyak naik, bisa berdampak pada beban subsidi dan struktur APBN,” katanya.

Baca Juga:
OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Sementara itu, Dosen mata kuliah ekonomi bisnis, Agung Suwandaru mengatakan bahwa dampak terhadap Indonesia terkait perang Iran adalah faktor sentimen pasar, investasi, serta hubungan ekspor-impor akan menjadi variabel penting.

“Ketegangan geopolitik bisa memengaruhi sentimen pasar dan keputusan investasi. Jika hubungan dagang terganggu, maka arus ekspor-impor juga ikut terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, besar kecilnya dampak terhadap Indonesia sangat bergantung pada intensitas hubungan ekonomi dengan negara yang terlibat konflik.

“Kalau keterkaitan ekonominya kecil, dampaknya juga relatif terbatas. Tapi variabel seperti harga minyak dan sentimen global tetap harus diwaspadai,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Sidang Penipuan Solar Industri Modus PO dan Klaim Direktur, Ilham Tertunduk Lesu di Kursi Pesakitan

Baca Selanjutnya

448 Marbot se-Jatim Meriahkan 'Marbot Soccer League 2026' di Masjid Al-Akbar Surabaya

Tags:

konflik Iran Inflasi Dampak perang Iran Ekonomi global Ekonomi Indonesia Universitas Merdeka Malang Fisip

Berita lainnya oleh Diva Oktavia Maulana

Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

10 April 2026 21:52

Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

10 April 2026 16:38

Anggota DPRD Kota Malang Asmualik Soroti Kesenjangan Kebutuhan Warga dan Program Pemerintah

Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

9 April 2026 21:58

Dari Bareskrim ke BGN, Sony Sonjaya Kini Kawal Program MBG

Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

9 April 2026 17:32

Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia

GAPEMBI Dukung Program Makan Bergizi, Ketua Umum Soroti Tantangan di Lapangan

9 April 2026 09:22

GAPEMBI Dukung Program Makan Bergizi, Ketua Umum Soroti Tantangan di Lapangan

Dari Pebisnis ke Politisi, Kepercayaan Mengantar Asmualik ke DPRD Kota Malang

8 April 2026 19:17

Dari Pebisnis ke Politisi, Kepercayaan Mengantar Asmualik ke DPRD Kota Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar