White Label Ramai Peminat, Lebih dari 50 UMKM Kota Malang Berhasil Tembus Pasar Ekspor

31 Juli 2026 09:38 31 Jul 2026 09:38

Lutfia Indah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail White Label Ramai Peminat, Lebih dari 50 UMKM Kota Malang Berhasil Tembus Pasar Ekspor

Ilustrasi produk UMKM dari Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Lebih dari 50 produk UMKM lokal dari Kota Malang telah berhasil menembus pasar ekspor. Bahkan banyak produk lokal yang dikirim ke luar negeri dengan skema white label, atau dijual tanpa merk dari produsen.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai, Pitoyo Pribadi, menjelaskan produk yang diekspor tanpa mencantumkan merk pun cukup beragam. Mulai dari biji kopi, keripik pisang, hingga produk-produk lainnya.

"Kalau dari catatan kami sekitar 50 lebih UMKM berhasil ekspor. Ternyata kami menemukan UMKM baru yang berpotensi ekspor. Banyak sekali mereka ekspor tidak pakai mereknya, yang tanpa merek itu ekspornya banyak," ujarnya, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia menyebut salah satu negara tujuan ekspor produk white label ialah Malaysia. Skema tersebut membuat produsen maupun pelaku usaha hanya perlu mengirimkan produk dalam bentuk siap jual. Selanjutnya, produk akan dikemas ulang dan dipasarkan menggunakan merek milik pembeli di negara tujuan. 

"Kemarin ekspor ke Malaysia juga, itu mereka cuma tinggal nge-pack lagi, ngasih merek. Kita ngirimnya white label," lanjutnya.

Menurutnya white label menjadi salah satu pintu pembuka bagi UMKM untuk mendapatkan pengalaman ekspor produk. Dengan demikian lambat laun pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk dan berani bersaing dengan pelaku usaha dari luar negeri.

"Tergantung permintaan mereka. Kalau branding kita belum kuat ya kita bisa jadi produsen untuk ekspor, tidak apa-apa. Tapi yang penting nilai tambahnya, pengalaman untuk ekspor itu ada. Jadi mereka enggak takut lagi bersaing dengan perusahaan di luar," ungkapnya.

Setiap negara juga memiliki kriteria dan persyaratan tertentu untuk menerima produk-produk dari luar. Namun, Malaysia dan Singapura dinilai menjadi pasar yang relatif lebih mudah ditembus oleh UMKM Indonesia lantaran memiliki karakteristik konsumen yang hampir sama, khususnya dalam sektor kuliner. 

"Singapura sama Malaysia itu seleranya sama kayak Indonesia, layaknya orang Melayu. Terus rasanya mirip-mirip, mereka tidak terlalu banyak minta syarat macam-macam. Biasanya kalau yang start-up untuk sambal misalnya, itu bisa masuk. Keripik, mereka juga bisa masuk," sebutnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

umkm kota malang Produk White Label White Label UMKM Ekspor Ekspor Produk Kota Malang