Usung Konsep Heritage, Lampu Hias Alun-Alun Tugu Kota Malang Jadi Sorotan

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

5 Okt 2023 09:53

Thumbnail Usung Konsep Heritage, Lampu Hias Alun-Alun Tugu Kota Malang Jadi Sorotan
Lampu hias yang ada di Alun-Alun Tugu Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Proses revitalisasi Alun-Alun Tugu Kota Malang kini mencapai tahap akhir. Deretan lampu hias berwarna hijau dan kuning keemasan serupa lampu-lampu yang ada di Malioboro, Yogyakarta sudah lama menjadi sorotan.

Sebelum terpasang di Alun-Alun Tugu, lampu tersebut lebih dahulu menghiasi Koridor Kayutangan Heritage. Saat ini pun area Jalan Besar Ijen tak luput dari pemasangan lampu-lampu hias tersebut.

Di samping itu, Kota Malang sendiri telah menjadikan nuansa heritage sebagai daya tarik wisatanya. Hal tersebut dilatarbelakangi sejarah Kota Malang yang lama diduduki oleh Pemerintah Belanda sebelum Indonesia Merdeka.

Arsitektur dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Budi Fathoni turut menyoroti pengadaan tiang-tiang lampu tersebut. 

Baca Juga:
Baru Kredit Sebulan, Motor Pemuda di Kota Malang Ini Hilang Digasak Maling

“Malioboro biarlah Malioboro, dilihat dari geografis, sejarah dan budaya tidak sama. Yogyakarta punya keraton sedangkan Kota Malang tidak punya,” ujar Budi saat dihubungi pada Kamis (5/10/2023).

Menurutnya setiap daerah memiliki lokal wisdom masing-masing. Antara Kota Malang dan Yogyakarta memiliki latar belakang sosial, budaya, dan sejarah yang berbeda.

Warna hijau dan kuning keemasan memiliki makna dan filosofi tersendiri bagi Yogyakarta yang berlatarbelakang keraton. Sedangkan Kota Malang lebih dikenal dengan warna birunya, berkat adanya klub sepak bola Arema FC.

Jika Kota Malang ingin menonjolkan sisi heritage, warna yang menjadi rujukan bukanlah hijau dan kuning keemasan seperti tiang lampu, ataupun warna biru kebanggaan Arema. Warna yang sesuai agar mendapatkan kesan heritage ialah nuansa hitam dan putih.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

"Warna itu ciri khas local wisdom, selama ornamennya sama justru mengaburkan nilai historisnya. Jangan sampai Kota Malang kehilangan jati diri historisnya. Jika ingin menonjolkan kesan heritage kasih nuansa warna hitam dan putih," lanjut pemerhati Cagar Budaya itu.

Ia menyayangkan poyek pemasangan lampu-lampu tersebut dilakukan tanpa mengerti proses dan sejarah yang ada di Kota Malang. Di masa kolonial, Kota Malang dirancang oleh perencana tata kota bernama Thomas Karsten. Perencanaan tata kota tersebut sudah didasarkan pada kondisi geografis dan sosial masyarakat.

"Wajah Kota Malang kan wajah kolonial, ya sudah kolonial saja konsepnya. Perabot jalannya mulai dari tempat duduk sampai penerangan jalan seharusnya ornamen-ornamen kolonial. Ketika lampu-lampu penerangan jalan menggunakan desain Malioboro, yang merekomendasi siapa,” serunya.

Budi menunjukkan bahwa tiang lampu yang mempertahankan kesan heritage sampai saat ini ada di Jembatan Majapahit dan Jembatan Kahuripan. Tiang lampu berbahan besi tersebut memiliki bentuk bertingkat tipikal art deco.

"Coba lihat tiang penerangan di Jembatan Kahuripan dan Jembatan Majapahit. Di sana masih sesuai dengan konsep heritage Kota Malang ala jaman Belanda. Artinya pengusul dan pemerintah tidak teliti, ingin cari identitas tanpa dasar filosofis yang benar," ujarnya.(*)

Baca Sebelumnya

Peringatan Hari Guru Sedunia, Khofifah Ajak Guru Terus Berinovasi

Baca Selanjutnya

Bupati Bandung Kukuhkan Kampung Bedas Siaga Bencana

Tags:

Lampu hias Kota Malang Alun-Alun Tugu Malang Kayutangan Heritage Malioboro lampu hias Alun-Alun Tugu Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H