DISCLAIMER - Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
KETIK, MALANG – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB), yang melakukan upaya bunuh diri dengan lompat di lantai 6 Gedung FBiPK, kini menjalani perawatan intensif di RSSA Malang. Keluarga mahasiswa yang bersangkutan pun telah turut mendampingi proses penyembuhan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Kedokteran, dr. Hanif, M.Biomed, Sp.An. Ia menjelaskan tim dokter dari berbagai spesialis telah melakukan tindakan operasi yang dibutuhkan.
"Jadi di RSSA oleh tim dokter dari berbagai spesialis sudah dilakukan rangkaian operasi, tindakan-tindakan operasi yang dibutuhkan. Kemarin (10 September 2026) kalau tidak salah operasinya sudah selesai. Kemudian mahasiswa kami di perawatan lebih lanjut di ICU RSSA," ujarnya, Sabtu 12 September 2026.
Hingga Jumat pagi, mahasiswa tersebut masih dalam perawatan lanjutan di ICU RSSA Malang. Namun kondisi korban dipastikan telah stabil dan dalam pantauan tim medis.
"Kondisi secara umum dapat kami sampaikan bahwa dalam kondisi stabil, sampai Jumat pagi. Tetapi karena saya bukan tim medis yang menangani di RSSA, maka saya tidak dapat menjawab secara detail, gitu ya. Namun kami dapat kabar bahwa kondisinya saat ini masih perawatan lanjutan di ICU," katanya.
Usai kejadian, pihak keluarga pun hadir memberikan dampingan terhadap mahasiswa. FK UB juga terus melakukan komunikasi bersama pihak keluarga mahasiswa.
"Pihak keluarga sudah hadir, sudah kami komunikasikan juga langkah-langkah yang sudah dilakukan dan yang akan dilakukan ke depan. Saat ini kami dalam posisi menunggu kabar lebih lanjut dari tim dokter yang menangani," katanya.
