Turunkan Angka Stunting, Program PASTI Fokus pada Pendampingan Keluarga dan Gizi Anak

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Mustopa

29 Okt 2025 20:42

Thumbnail Turunkan Angka Stunting, Program PASTI Fokus pada Pendampingan Keluarga dan Gizi Anak
Pemaparan materi tentang Program PASTI sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting pada Rabu, 29 Oktober 2025. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pada tanggal 29 Oktober 2025, Kegiatan Pengenalan Program PASTI Bersama Jurnalis Media Lokal yang berada di Hotel Tuwuh Malang menjelaskan bahwa media juga berperan penting untuk mengurangi angka stunting.

Program PASTI menjadi program yang bertujuan untuk percepatan pencegahan dan penurunan stunting dan perbaikan status gizi di Indonesia hingga Januari 2027. 

Program ini adalah program kemitraan antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan, Atanoto Foundation, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan PT Bank Central Asia Tbk dan diimplementasikan oleh Wahana Visi Indonesia dan Yayasan Cipta. 

Program PASTI telah menjangkau dua provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Barat dan Jawa Timur. Tepatnya di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Malang. Dua wilayah ini menjadi prioritas dengan angka stunting yang masih menjadi perhatian.

Baca Juga:
Satu Dekade 'Dicuekin', Warga De Cassablanca Malang Geram Developer Tak Kunjung Beresi Dokumen Rumah

Menurut data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, 14,7% angka stunting pada bayi di Jawa Timur. Kondisi ini menunjukan bahwa kondisi gizi anak di Indonesia masih belum teratasi. Dengan kondisi stunting akan berisko pada perkembangan otak, produktivitas, dan potensi anak di masa depan.

Sasaran utama untuk program pencegahan stunting adalah calon pengantin, ibu hamil, dan baduta. Selain itu, kolaborasi antara Pemerintah, Masyarakat, Akademisi, Dunia Usaha, dan Media menjadi upaya untuk mencegah adanya peningkatan stunting.

Pencegahan stunting bukan dimulai dari ketika anak sudah lahir atau bayi, namun dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. Sehingga, mulai dari bayi masih di dalam kandungan ibunya, pemenuhan gizi baik adalah suatu keharusan.

Foto Dokumentasi kegiatan Pengenalan Program PASTI Bersama Jurnalis Media Lokal pada Rabu, 29 Oktober 2025. (Foto: Humas Yayasan Cipta for Ketik.com)Dokumentasi kegiatan Pengenalan Program PASTI Bersama Jurnalis Media Lokal pada Rabu, 29 Oktober 2025. (Foto: Humas Yayasan Cipta)

Baca Juga:
Kisah Inspiratif Zachcaria, Siswa SMKN 4 Malang Juara LKS Jatim dan Lolos UB

Program ini memiliki tiga pilar utama: intervensi gizi berbasis lokal, edukasi kesehatan remaja, dan penguatan kelembagaan di tingkat desa hingga kabupaten.

Dalam hal ini, Program PASTI memberikan akses langsung pada anak dan ibu hamil, kemudian memberikan kualitas layanan, serta Gizi Berbasis Masyarakat seperti mengelola makanan yang tersedia di daerah tersebut. 

Dengan demikian, program ini bukan hanya memberikan makanan bergizi, tapi juga melatih ibu atau calon ibu untuk bisa membuat makanan bergizi dengan bahan yang tersedia di daerah tempat tinggal.

Peningkatan pengetahuan pada remaja terutama terkait Gizi juga menjadi upaya untuk pencegahan dan pengurangan angka stunting. 

"Program PASTI ini berhasil mendampingi 29 desa dan menjadi dasar perluasan ilmu terkait gizi di Kabupaten Malang. Dengan model Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) ke 89 desa tambahan dan menjadi 118 desa kini terlibat dalam percepatan penurunan stunting," jelas Aniswanty selaku perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB).

Dari data 2025, terdapat 2,592 Dewasa, 842 Remaja, dan 541 Baduta yang menerima Manfaat Program PASTI.

Program PASTI memberikan pelatihan kepada 90 kader TPK (Tim Pendamping Keluarga) dan melakukan KPP (Kampanye Perubahan Perilaku) kepada 2,444 orang tua atau pengasuh dan ibu hamil. Dari upaya ini, terdapat sebanyak 97,6 persen mengalami peningkatan pengetahuan. 

Dulu banyak orang tua yang memberikan makan anak yang penting kenyang tidak melihat kandungan gizi yang didapatkan tapi setelah mengikuti pelatihan dan praktik bersama, mereka memiliki perubahan pemahaman untuk mulai memperhatikan kualitas makanan.

Setelah ada program DASHAT terdapat 72,7% baduta yang meningkat berat badannya minimum 200 gram dan 80,3% baduta dengan berat normal.

Dengan adanya program PASTI membuat adanya pengurangan angka stunting. Sehingga, banyak anak-anak yang memiliki gizi baik dengan bertahap sehingga bisa  meningkatkan kemajuan suatu wilayah.(*)

Baca Sebelumnya

Aspirasi Rakyat Dihadiahi Gas Air Mata, Badko HMI Jatim Desak Kapolda Evaluasi Polres Sampang

Baca Selanjutnya

Suasana Haru Penuh Kehangatan Warnai Lepas Sambut Kajari Langsa

Tags:

program pasti pencegahan dan penurunan angka stunting stunting kabupaten malang malang yayasan cipta

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

Pecinta Steak Wajib Coba! Hungry Kitten Hadirkan Olahan Daging Sapi Premium di Kota Malang

16 April 2026 17:52

Pecinta Steak Wajib Coba! Hungry Kitten Hadirkan Olahan Daging Sapi Premium di Kota Malang

Menikmati Pizza Ala Italia di Cissipizza Malang, Tempat Nongkrong Baru Favorit Pecinta Kuliner

16 April 2026 09:56

Menikmati Pizza Ala Italia di Cissipizza Malang, Tempat Nongkrong Baru Favorit Pecinta Kuliner

Pemdes Tirtomoyo di Kabupaten Buka Rekrutmen Perangkat Desa, Tersedia Dua Formasi Jabatan

15 April 2026 20:49

Pemdes Tirtomoyo di Kabupaten Buka Rekrutmen Perangkat Desa, Tersedia Dua Formasi Jabatan

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

15 April 2026 16:25

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

15 April 2026 09:50

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

15 April 2026 09:40

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H