Tanpa Pendanaan dari Pemkot Malang, Kampung Warna-warni Jodipan kembali Berwarna

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

30 Okt 2023 11:35

Thumbnail Tanpa Pendanaan dari Pemkot Malang, Kampung  Warna-warni Jodipan kembali Berwarna
Proses pengecatan di Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Setelah beberapa waktu terlihat kusam, kini Kampung Warna-Warni Jodipan dalam tahap pengecatan untuk mengembalikan daya tarik wisata. Alih-alih mendapatkan pendanaan dari pemerintah, perawatan kampung wisata di Kota Malang ini menggunakan dana yang berasal dari penjualan tiket wisata.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Agus Kodar menjelaskan sejak 7 tahun berdiri, belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Malang.

"Bantuan dari pemerintah sampai sekarang belum ada, mau mengajukan juga ke mana. Ini sudah umur 7 tahun saja, seharusnya tidak perlu diminta mereka sudah tahu kalau tiap tahun ada perawatan," ujar Agus, Senin (30/10/2023).

Setiap harinya, terdapat ratusan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Warna-Warni Jodipan dan didominasi oleh wisatawan asing. Wisatawan hanya dikenakan biaya Rp 5.000 per orang untuk dapat menikmati pengalaman wisata di dalam kampung.

Dalam proses pengecatan ini, Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan membutuhkan tujuh orang pekerja dengan ongkos Rp 100.000 per hari.

"Kita sedang dalam tahap perawatan dan sudah membeli cat. Bukan dari CSR tapi beli sendiri karena Kampung Warna-Warni Jodipan ini mandiri. Perabotan dan pernak-pernik yang ada di sini itu dari hasil penjualan tiket," ungkapnya.

Pokdarwis Kampung Warna-Warni Jodipan sendiri telah memiliki pengelolaan organisasi dan keuangan yang lengkap. Setiap uang yang keluar dan masuk selalu terlaporkan kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus.

"Hasil penjualan tiket, kalau untuk menunjang ya bisa saja, tergantung penggunaan keuangan itu sendiri. Di sini transparan dan kepengurusan sudah lengkap, terstruktur, dan rapi," jelasnya.

Sementara itu, akibat ditemukannya retakan di Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Warna-Warni Jodipan dengan Kampung Tridi, jembatan tersebut harus ditutup sementara.

Tak dapat dipungkiri penutupan tersebut akan berdampak pada kunjungan wisatawan. Mengingat di masing-masing kampung memiliki akses masuk sendiri yang saling menghubungkan. Dengan ditutupnya Jembatan Kaca, wisatawan harus berputar melewati jalan raya untuk mengakses kedua kampung.

"Sudah kita tutup mulai Jumat (27/10/2023) setelah tinjauan tapi tidak menggunakan penghalang karena di jembatannya sudah ada pintunya. Dampak ke wisatawannya pasti ada karena itu mempercepat akses ke dua kampung. Kalau ditutup sementara, wisatawan harus muter, meskipun dampak ke wisatawan tidak signifikan," jelas Baihaqi selaku Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang.

Masih belum dapat diperkirakan sampai kapan penutupan sementara akses di Jembatan Kaca. Keputusan tersebut masih harus menunggu target selesainya perbaikan.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar
Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota
Baca Sebelumnya

Selama Oktober, 5,7 Hektar Hutan Pinus Kota Batu Habis Terbakar

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Apresiasi Orasi Ilmiah Adi Suryanto untuk Pengembangan Kompetensi ASN

Tags:

Kampung Warna-Warni Jodipan Wisata Kota Malang pengecatan kampung Kampung Tematik Kota Malang Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar