Talkshow Aktivisme di Era AI Tandai Soft Opening Amtara Institute di Kabupaten Malang

Editor: Al Ahmadi

9 Mar 2026 23:07

Thumbnail Talkshow Aktivisme di Era AI Tandai Soft Opening Amtara Institute di Kabupaten Malang
Suasana talkshow dan buka bersama dalam rangka soft opening Amtara Institute di Kampung Mahasiswa Dau, Kabupaten Malang, Minggu (8/3/2026), yang dihadiri berbagai organisasi mahasiswa Malang Raya. (Foto: Amtara Institute for Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kegiatan soft opening Amtara Institute dikemas melalui talkshow dan buka bersama bertema “Aktivisme di Era AI: Mempertahankan Perjuangan Mahasiswa di Tengah Kuasa Algoritma” yang digelar di Kampung Mahasiswa Dau, Kabupaten Malang, Minggu, 8 Maret 2026.

Sejumlah aktivis dari berbagai organisasi seperti PMII, HMI, GMNI, IMM, hingga perwakilan BEM Malang Raya turut hadir dalam forum diskusi tersebut.

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus dialog kritis mengenai tantangan gerakan sosial mahasiswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Founder Amtara Institute, Syafiq Qudsi, mengatakan bahwa forum kajian para aktivis saat ini tergerus oleh tantangan AI. 

Baca Juga:
Kejari Kota Malang Lelang 12 Aset Koruptor Puskopsyah Al Kamil

Dengan demikian, kata peraih gelar Magister Ilmu Hukum Universitas Brawijaya itu, kecerdasan buatan (AI) jangan sampai menguasai otak aktivis. 

"Ini tantangan kita ke depan. Saat ini saja sudah terasa, apalagi nanti. Aktivis zaman dulu semakin tajam ketika diskusi. Jangan sampai aktivis kekinian justru tumpul karena AI. Cukup jadikan AI sebagai asisten kita, bukan majikan," ujar Syafiq Qudsi. 

Syafiq menerangkan, penggunaan AI bukanlah aib bagi aktivis. Bahkan tidak hanya aktivis yang hidupnya bisa dikatakan berdampingan dengan AI. Tapi hampir seluruh mahasiswa. 

Namun kata dia, kebijaksanaan dalam penggunaan AI adalah hal penting yang harus dijunjung tinggi oleh para aktivis. Ia berharap hadirnya Amtara Institute menjadi movement hub bagi para aktivis dari berbagai latar belakang organisasi. 

Baca Juga:
Bikin Bangga! Sekda Kabupaten Malang Budiar Sabet Penghargaan Bergengsi PWI, Diakui hingga Tingkat Nasional

"Di era banjirnya informasi, aktivis jangan sampai terjebak pada ketergantungan pada platform dan algoritma. Hadirnya Amtara Institute menyeimbangkan antara 'rukun-rukun aktivisme' dengan Artificial Intellegence," bebernya.

Senada dengan Syafiq, Moh. Ainul Yaqin selaku Project Leader menjelaskan bahwa kehadiran Amtara Institute diharapkan menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan gagasan sosial, pendidikan, politik, budaya, serta teknologi AI dalam satu ekosistem diskusi dan pengembangan kapasitas generasi muda.

“Amtara Institute merupakan komunitas yang bergerak dalam pengembangan isu sosial, pendidikan, politik, budaya, serta teknologi AI. Lembaga ini hadir sebagai ruang belajar bersama, diskusi kritis, dan kolaborasi bagi para aktivis serta generasi muda agar mampu merespons perkembangan zaman secara lebih adaptif dan berintegritas,” ujar Yaqin.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara produksi dan distribusi pengetahuan di masyarakat. Jika sebelumnya gerakan sosial lebih banyak berlangsung di ruang fisik dan lapangan, kini ruang digital menjadi arena baru yang turut mempengaruhi pembentukan opini publik.

"AI telah menggeser cara produksi dan distribusi pengetahuan. Ruang gerakan sosial kini tidak hanya berada di lapangan, tetapi juga di ruang digital yang dikendalikan oleh algoritma. Narasi dapat diperkuat oleh data, tapi juga berpotensi dimanipulasi oleh sistem teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, dalam konteks tersebut para aktivis menghadapi tantangan baru, yakni bagaimana tetap menjaga kebenaran, integritas, serta nilai perjuangan di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat.

“Karena itu diperlukan ruang diskusi yang mampu membahas teknologi secara kritis sekaligus memperkuat kapasitas aktivis agar tetap adaptif tanpa kehilangan arah perjuangan,” tambahnya.

Diskusi menghadirkan dua narasumber dari perspektif yang berbeda.

Narasumber pertama, Akhmad Farroh Hasan, M.Si., menyampaikan perspektif aktivisme dengan menekankan pentingnya menjaga idealisme serta kebenaran di tengah dominasi algoritma yang mempengaruhi arus informasi di ruang digital.

Sementara itu, narasumber kedua, Muchammad Rudi Kurniawan dari kalangan pegiat teknologi AI, mengangkat tema AI sebagai Instrumen: Peluang dan Strategi untuk Gerakan Sosial.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa teknologi AI tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat gerakan sosial dan memperluas jangkauan advokasi.

Acara diskusi tersebut dipandu oleh Jennie Karmila Santi, Finalis Duta Pemudi Kebudayaan Nasional 2025, yang memoderatori jalannya diskusi secara interaktif antara pemateri dan peserta.

Dalam forum tersebut juga disoroti pentingnya literasi digital bagi para aktivis di era teknologi.

AI dinilai memiliki potensi besar dalam membentuk, memperkuat, bahkan memanipulasi opini publik sehingga para aktivis perlu memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang memadai.

Karena itu, literasi digital serta kesadaran etis menjadi aspek penting dalam gerakan sosial kontemporer agar aktivisme tetap berpijak pada nilai kebenaran.

Melalui kegiatan ini, Amtara Institute berharap dapat mendorong lahirnya generasi aktivis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap teguh pada nilai integritas serta nilai perjuangan.

“Teknologi bukanlah ancaman bagi aktivis, melainkan instrumen yang harus dikuasai. Aktivis yang kuat adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tetapi tetap berpijak pada kebenaran dan nurani dalam setiap langkah perjuangannya,” pungkas Yaqin.(*)

Baca Sebelumnya

Kejati Sumsel Tahap II Kasus Kredit Macet Bank BRI, 6 Tersangka Siap Hadapi Sidang Tipikor

Baca Selanjutnya

Bupati Situbondo Tinjau Plengsengan yang Nyaris Ambrol di Desa Rajekwesi

Tags:

Amtara Institute Aktivisme Mahasiswa AI Kabupaten Malang Kampung Mahasiswa Dau Diskusi Mahasiswa Ramadan 2026

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

16 April 2026 18:18

Dilaporkan Warga, Penjual Ciu di Pacitan Diciduk Polisi: Kedapatan Simpan 41 Botol

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

16 April 2026 17:47

22 Pasien Rawat Inap MBG di Tegalombo Pulih, Dinkes Pacitan Lanjutkan Penanganan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend