Sejarah Gunung Kawi Malang, Gunung Suci Pembentuk Peradaban Malang Raya

17 Juli 2026 05:00 17 Jul 2026 05:00

Thumbnail Sejarah Gunung Kawi Malang, Gunung Suci Pembentuk Peradaban Malang Raya

Gunung Kawi dilihat dari Precet, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Gunung setinggi 2551 MDPL ini merupakan salah satu pembentuk peradaban di wilayah Malang Raya sejak era purba. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Nama Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan dalam beberapa waktu terakhir. Gunung di barat daya Kabupaten Malang itu dikenal luas sebagai salah satu tempat yang dianggap keramat dan menjadi tujuan wisata religi dari berbagai daerah.

Namun, di balik citra mistis tersebut, Gunung Kawi menyimpan kisah yang jauh lebih panjang. Sebelum menjadi salah satu destinasi ziarah paling populer di Pulau Jawa, gunung ini telah berperan membentuk bentang alam sekaligus menjadi penyangga lahirnya peradaban di Malang Raya.

Sejarawan M. Dwi Cahyono dalam buku Ekspedisi Samala: Menguak Kemasyhuran Majapahit dari Jendela Malang Raya menjelaskan, Gunung Kawi merupakan bagian dari rangkaian gunung api purba yang membentuk kawasan Malang sejak jutaan tahun silam. Bersama Gunung Arjuno, Anjasmoro, Kelud, dan Semeru Purba, aktivitas vulkaniknya membentuk sebuah cekungan raksasa yang kemudian dikenal sebagai Danau Purba Malang.

Pada awal hingga pertengahan Kala Pleistosen, kawasan Malang masih didominasi aktivitas vulkanik. Letusan gunung api dan aliran lahar membuat wilayah itu belum layak dihuni.

Memasuki akhir Pleistosen, aktivitas vulkanik mulai mereda. Cekungan raksasa tersebut terisi air hujan hingga membentuk Danau Purba Malang. Selama ribuan tahun berikutnya, material vulkanik dari Gunung Kawi dan gunung-gunung di sekitarnya terus mengendap di dasar danau. Bersamaan dengan terbentuknya aliran Sungai Brantas sebagai saluran keluar, danau purba itu perlahan mengering dan berubah menjadi dataran tinggi yang kini dikenal sebagai Malang Raya.

Warisan proses geologi itu masih bisa dirasakan hingga sekarang. Material vulkanik yang dibawa Gunung Kawi menghasilkan tanah yang subur sehingga kawasan Malang berkembang sebagai salah satu daerah pertanian penting sejak masa lampau.

Gunung Kawi juga menjadi kawasan tangkapan air bagi Malang Raya. Dari lerengnya lahir berbagai mata air yang kemudian membentuk Kali Metro, Kali Konto, hingga sejumlah anak Sungai Brantas. Pada masa Hindu-Buddha, mata air tersebut dipercaya sebagai tirta atau air suci.

Secara geografis, Gunung Kawi juga berfungsi sebagai benteng alami. Bersama pegunungan lain yang mengelilingi Malang, gunung ini membuat kawasan Malang relatif terlindungi dengan akses keluar-masuk yang hanya melalui beberapa celah pegunungan. Kondisi tersebut menjadikan Malang memiliki posisi strategis, baik untuk pertahanan maupun jalur perdagangan.

Tak heran jika sejumlah kerajaan memilih kawasan Malang sebagai pusat pemerintahan. Mulai Kanjuruhan, Tumapel-Singhasari, hingga beberapa pusat pemerintahan pada masa Mataram Timur berkembang di wilayah yang memiliki sumber air melimpah, lahan pertanian subur, dan perlindungan alam.

Tidak hanya penting secara ekologis, Gunung Kawi juga memiliki kedudukan istimewa dalam kosmologi Jawa Kuna.

Dwi Cahyono menjelaskan, naskah Tantu Panggelaran menyebut Gunung Kawi sebagai salah satu gunung suci yang berasal dari pecahan Mahameru.

"Selain Gunung Kawi, pecahan Mahameru lainnya adalah Gunung Katong, Wilis, Kampud (Kelud), Arjuna, dan Welirang. Sementara ujung puncak Mahameru menjadi Gunung Penanggungan," ujar Dwi.

Kepercayaan itu membuat lereng Gunung Kawi dipenuhi bangunan suci, tempat pertapaan, dan mata air yang dimuliakan sebagai tirta. Bahkan, orientasi pembangunan sejumlah candi di kawasan Malang menghadap ke arah puncak gunung yang dianggap sakral.

Menurut Dwi, Pegunungan Kawi juga menjadi lokasi sejumlah bangunan suci pada masa lampau. Salah satunya adalah Gunung Katu, anak Gunung Kawi, yang disebut dalam Negarakretagama sebagai tempat pendharmaan Ken Angrok, pendiri Kerajaan Tumapel.

"Ini membuktikan bahwa Gunung Kawi merupakan salah satu tempat yang dianggap suci," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

gunung kawi Sejarah Gunung Kawi Gunung Kawi Malang Info Malang Berita Malang