KETIK, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang kembali mematangkan jalur baru (rerouting) angkot. Nantinya kawasan Sawojajar dan Cemorokandang berpeluang dilewati angkot.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan, kedua kawasan tersebut terpilih untuk lebih menjangkau lingkungan masyarakat. Selaras dengan tujuan jalur baru angkot yang menyasar kawasan perumahan.
"Kita coba bisa menjangkau yang ada di dalam jalan lingkungan. Misalnya ada di daerah Sawojajar, yang selama ini kan Danau Toba saja ya. Bagian dalam Danau Tempe, Sentani, kan enggak ada. Bisa jadi tempat yang lainnya, misalnya Cemorokandang kan belum ada," ujarnya, Senin, 1 Juni 2026.
Meskipun belum mengetahui kapan penerapan rute baru itu, Dishub Kota Malang telah melakukan kajian bersama sopir angkot. Rute-rute baru pun telah terbentuk dan hanya menunggu pematangan kajian.
"Nanti nunggu ya yang jelas kami sudah siapkan kajiannya. Sudah rute-rutenya dan sudah kita diskusi dengan teman-teman angkutan kota, sudah," lanjutnya.
Setelah pematangan, berulah Dishub Kota Malang dapat mengusulkan jalur baru tersebut untuk kemudian disahkan. Jaya juga menyinggung tidak ada rute yang dihapus, hanya saja dilakukan penyesuaian. Mengingat rute yang selama ini diterapkan merupakan warisan sejak tahun 1989.
"Tinggal disahkan, tunggu lebih mematangkan lagi. Artinya bukan dihapus ya, tetapi kita optimalkan. Misalnya ada yang memang dirasa tidak perlu, kita sesuaikan lagi," sebutnya.
Selain melakukan kajian rute baru angkot, Dishub Kota Malang juga terus melakukan pembersihan terhadap halte-halte terbengkalai. Pembersihan dilakukan setiap Senin dengan menyasar 1 titik secara bertahap.
Menurut Jaya, pembersihan halte dilakukan demi menjamin kenyamanan masyarakat. Tak hanya untuk memfasilitasi Trans Jatim, namun juga dapat dimanfaatkan ketika trayek baru angkot terealisasi.
"Itulah di antaranya nanti, pembersihan halte juga untuk menyambut jalur baru. Kita coba terus-menerus merevitalisasi lebih optimal dalam pemanfaatannya," tutupnya. (*)
