Resmi! Kolok Goblok dan Bantengan Lereng Semeru asal Kabupaten Malang Ditetapkan Jadi WBTb

Editor: Gumilang

24 Feb 2026 06:37

Thumbnail Resmi! Kolok Goblok dan Bantengan Lereng Semeru asal Kabupaten Malang Ditetapkan Jadi WBTb
Bupati Malang Sanusi ketika menerima plakat WBTb dari Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Prokopim Kabupaten Malang)

KETIK, MALANG – Makanan tradisional Kolok Goblok dan kesenian Bantengan asal Kabupaten Malang resmi ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTb).

Simbolis pengakuan WBTb disampaikan Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa kepada Bupati Malang Sanusi saat Apresiasi Seniman, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya dan Warisan Tak Benda Indonesia, bertempat di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Minggu, 22 Februari 2026.

"Pengakuan ini memperkaya daftar khazanah budaya Jatim yang telah diakui secara nasional," ujar Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa sembari menyampaikan komitmennya dalam merawat denyut kebudayaan di Provinsi Jawa Timur.

Lebih lanjut ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah memberi apresiasi bagi 500 seniman dan 148 juru pelihara cagar budaya, dan menyerahkan 46 sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia untuk 22 Kabupaten/Kota di Jatim.

Baca Juga:
Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

Foto Kolok Goblok makanan Desa Poncokusumo Kabupaten Malang. (Foto: Jadesta)Kolok Goblok makanan Desa Poncokusumo Kabupaten Malang. (Foto: Jadesta)

Tak hanya itu, ratusan pelaku budaya dari berbagai daerah diundang hadir dengan mengenakan busana khas daerah masing-masing.

''Sinergi antara pelaku budaya, juru pelihara, serta pemerintah kabupaten/kota menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya, baik yang berwujud benda maupun tak benda. Tanpa kolaborasi, warisan hanya akan menjadi catatan sejarah, bukan praktik hidup yang terus diwariskan," tuturnya. 

Dilansir dari Jadesta, Kolok Goblok adalah makanan tradisional Desa Wisata Poncokusumo yang terbuat dari buah labu, parutan kelapa, dan gula merah. 

Baca Juga:
Pemdes Tirtomoyo di Kabupaten Buka Rekrutmen Perangkat Desa, Tersedia Dua Formasi Jabatan

Pembuatan Kolok Goblok masih menggunakan metode tradisional yakni dengan dikukus dengan menggunakan tanggi. Hal yang membuat kolok goblok unik adalah rasanya yang khas.

Karena kuahnya yang berada di dalam buah labu, selain rasanya yang khas. Kolok Goblok konon adalah makanan kasta tinggi dan adanya kolok goblok hanya setahun sekali 

Yaitu di hari raya idul fitri di hari ke-7 untuk menyelamati Rojo Koyo 'hewan ternak', seperti kambing, kerbau, sapi, dan kuda. Penyajian Kolok Goblok biasanya disandingkan dengan ketupat segitiga, ketupat segitiga untuk hewannya sedangkan kolok gobloknya untuk tamunya.

Sedangkan Bantengan Lereng Semeru adalah  kesenian bantengan tradisional Indonesia yang berasal dari wilayah lereng Gunung Semeru di Jawa Timur.

 Ciri khasnya adalah menggunakan kerangka bambu untuk bagian punggung banteng dan seringkali menceritakan kisah-kisah yang berlatar di pegunungan. Kesenian ini merupakan bagian dari tradisi Bantengan Mberot. (*)

Baca Sebelumnya

Saksi Ahli BPKP Sebut Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Rugikan Negara Rp10,9 Miliar

Baca Selanjutnya

Buka Puasa Hemat! Ini Daftar Kafe di Malang dengan Paket Iftar di Bawah Rp50 Ribu

Tags:

Kolok Goblok Bantengan Lereng Semeru Kabupaten Malang WBTb

Berita lainnya oleh Gumilang

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

16 April 2026 11:30

Ketat! Suporter Persis Dicegah Masuk hingga Perbatasan, Laga Arema vs Persebaya Disarankan Tak di Kanjuruhan  ‎

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

16 April 2026 10:00

Bupati Malang Lantik Putranya Jadi Kepala Dinas, Fraksi PDIP: Jangan Hukum Orang karena Akte Kelahiran

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

15 April 2026 16:30

Lewat Aksi Damai, DPD NasDem Kabupaten Malang Dorong Penyampaian Informasi Berimbang dan Beretika

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

15 April 2026 06:26

Malang Ikut Disorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Bupati Sanusi Buka Suara: Insya Allah Aman!

Salurkan Alsintan Roda 4 di Kabupaten Malang, Chusni Mubarok: Bentuk Keseriusan Presiden Peduli Petani ‎

15 April 2026 05:00

Salurkan Alsintan Roda 4 di Kabupaten Malang, Chusni Mubarok: Bentuk Keseriusan Presiden Peduli Petani ‎

Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

14 April 2026 22:43

Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H