Perbaiki Akurasi, Pemkot Malang Temukan 11 Persen Pendataan Penerima Bansos Tak Sinkron

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

8 Okt 2025 18:12

Thumbnail Perbaiki Akurasi, Pemkot Malang Temukan 11 Persen Pendataan Penerima Bansos Tak Sinkron
Penguatan data penerima bansos Kota Malang yang kini telah beralih ke DTSEN. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang melakukan perbaikan akurasi data penerima bantuan sosial (bansos). Ditemukan sebanyak 11 persen data penerima bansos di Kota Malang tidak sinkron.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan ketidaksinkronan disebabkan peralihan desil penerima bansos.

Saat ini Pemkot Malang telah beralih dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). 

"Banyak kasus khususnya di data 11 persen itu. Penyebabnya, misal mereka pindah tempat kemudian yang dulunya masuk di desil 5 ke atas tetapi karena keadaan ekonomi, jadi masuk di desil 4, turun," ujarnya, Rabu 8 Oktober 2025.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

DTSEN menjadi basis baru dalam pendataan nasional dengan berbasis pada polupasi. Saat ini terdapat lebih dari 163.000 warga Kota Malang yang tercatat dalam DTSEN. Rinciannya, 28.000 jiwa masuk dalam desil 1, 38.000 jiwa desil 2, 33.000 jiwa di desil 3, 25.000 jiwa di desil 4, dan 19.000 jiwa di desil 5. 

"Nah yang 11 persen itu yang dulunya masuk di DTKS, tetapi ternyata mereka tidak masuk di desil 1-5 ini. Jadi kan peralihan DTKS ke DTSEN itu bulan Juli 2025, setelah kami sandingkan ternyata ada 11 persen itu," jelasnya.

Donny menjelaskan Pemkot Malang tetap harus berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi agar alokasi bansos tepat sasaran. "Jadi yang sudah ditangani oleh provinsi, menerima bansos dari provinsi, ya seyogianya gak masuk di bansos dari Pemkot Malang," sambungnya.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa peralihan DTKS ke DTSEN ini diharapkan mampu meminimalisir permasalahan yang sering muncul di DTKS. Terlebih Pemkot Malang memiliki inovasi PDKTSAM agar program yang diterima masyarakat tepat sasaran.

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

"Pertama, karena kita punya program PDKTSAM nah ini hampir sama dengan DTSEN ini. Lha ini kita akan menggabungkan. Harapannya memang lebih baik lagi," kata Wahyu.

Menurutnya, Kota Malang data di masyarakat bersifat dinamis dan mudah berubah tiap waktu. Untuk itu untuk memastikan keabsahan data, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang selalu update data tiap bulan, disertai dengan musywarah kelurahan (muskel) minimal 3 bulan sekali.

"Paling tidak meminimalisir ketidaktepatan karena kemarin banyak yang seharusnya menerima, tetapi kok tidak. Kemudian yang harusnya tidak menerima kok menerima. Termasuk ini di beberapa kawasan yang memang menjadi satu tujuan dalam rangka memberikan bantuan itu agar lebih tepat sasaran," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Polres Situbondo dan Dinas Pertanian Tanam Jagung Serentak, Dorong Ketahanan Pangan Daerah

Baca Selanjutnya

Begal Sadis Palembang, Tangan Ibu Ini Dicelurit Saat Pertahankan Motornya

Tags:

Bansos Kota Malang data penerima bansos penerima bansos Dtsen Kota Malang Dinsos-P3AP2KB kota malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar