Penataan Koridor Kayutangan Heritage Malang, PKL Dilarang tapi Kedai Kopi Merebak

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Marno

13 Jul 2023 05:19

Headline

Thumbnail Penataan Koridor Kayutangan Heritage Malang, PKL Dilarang tapi Kedai Kopi Merebak
Kawasan Kayutangan Heritage saat malam hari. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Awal Bulan Juli lalu, Satpol PP Kota Malang memasang papan larangan bagi pedagang kaki lima (PKL) berjualan di sepanjang Koridor Kayutangan Heritage. Namun menurut Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera, papan tersebut dipasang secara portabel.

"Pada malam hari, banyak PKL yang berjualan di kawasan tersebut. Baik dari warga sekitar maupun dari luar daerah, sehingga kita sosialisasikan bahwa di Kawasan Kayutangan Heritage dilarang berjualan," ujar Anton Viera dilansir dari website resmi Pemerintah Kota Malang, Rabu (5/7/2023) lalu.

Pasalnya di kawasan tersebut terdapat 40 sampai 50 PKL yang berjualan. Mulai dari kopi, makanan, dan sejenisnya. Tak hanya mengganggu estetika koridor, PKL juga dinilai untuk mendukung pelaku UMKM yang ada di Kampung Kayutangan Heritage.

"Dengan adanya papan larangan ini, kami berharap aktivitas PKL di kawasan Kayutangan dapat teratur dan terkontrol. Selain itu, masyarakat dapat mendukung langkah ini demi kelestarian dan kenyamanan kawasan heritage ini,” lanjutnya.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

Sejak berkembangnya Kawasan Kayutangan Heritage, pebisnis kafe mulai melirik untuk mendirikan usaha di sana. Justru banyak kafe-kafe yang meletakkan kursi hingga memenuhi trotoar terutama saat malam hari.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, Isa Wahyudi menjelaskan bahwa Koridor Kayutangan Heritage merupakan kawasan strategis sosial budaya. Dengan demikian peruntukan kawasan tersebut bukan untuk perdagangan. Terlebih pihaknya juga tengah mengebut untuk menjadikannya sebagai Kawasan Cagar Budaya.

"Memang PKL tidak boleh jualan di situ, kalau diperbolehkan akan melanggar aturan itu sendiri. Itu lebih ke peraturan, saya tidak bicara pada pemberdayaannya," jelas pria yang akrab dipanggil Ki Demang, Kamis (13/7/2023).

Rupanya kondisi tersebut membuat beberapa warga Kampung Kayutangan Heritage menjadi bingung. Mengingat terdapat beberapa warga yang sudah lama berjualan di sekitar kawasan Koridor Kayutangan Heritage. 

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

"Warga kampung bilang, apa yang bisa mereka lakukan. Akhirnya ya, jual saja apa yang sudah ada selama ini tapi tidak melampaui pagar gapura. Tapi ada dua pihak yang diperbolehkan karena sudah dari dulu di sana. Seperti di Gang IV kan jualannya di depan gapura persis. Jadi sudah kesepakatan karena sebelum aturan itu, dia sudah di sana," lanjutnya.

Tak hanya itu, tiap harinya kawasan koridor selalu ramai dengan pagelaran musik oleh musisi jalanan. Hal tersebut memang telah didesain oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang untuk meramaikan Kayutangan Heritage.

"Kawasan tersebut menjadi kawasan wisata sejarah, belum wisata budaya karna memang unsur sejarahnya sangat kuat. Maka kegiatan-kegiatan di Koridor Kayutangan Heritage yanh didukung adalah kegiatan yang sesuai. Maka ada musik, untuk menambah suasana saja," ujar Ki Demang. (*)

Baca Sebelumnya

UIN KHAS Jember Beri Golden Ticket kepada Penghafal Al-Qur'an

Baca Selanjutnya

Kasus Panji Gumilang, Bareskrim Periksa Saksi Ahli Agama dari NU dan Muhammadiyah

Tags:

Kayutangan Heritage umkm kota malang PKL Satpol PP Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar