Pakar Ekonomi UIN Malang Sebut Kebijakan ASN Bersepeda Tak Efektif Tekan Konsumsi BBM

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Aziz Mahrizal

27 Mar 2026 20:38

Thumbnail Pakar Ekonomi UIN Malang Sebut Kebijakan ASN Bersepeda Tak Efektif Tekan Konsumsi BBM
ASN Kota Malang yang sudah menerapkan bersepeda saat berangkat ke kantor pada Jumat, 27 Maret 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kebijakan anjuran bersepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang guna menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) menuai catatan kritis. 

Pakar Ekonomi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D., menilai langkah tersebut tidak efektif jika tolok ukurnya adalah penghematan energi.

Meski mengapresiasi niat baik di baliknya, Prof. Slamet menekankan perlunya kajian mendalam terkait infrastruktur, ekosistem keamanan, jarak tempuh, hingga kondisi fisik dan gaya hidup para ASN.

Menurut Prof. Slamet, efektivitas sebuah kebijakan harus diukur secara kuantitatif berdasarkan dampak terhadap tujuan utama. Dalam hal ini, penghematan BBM bagi ASN Pemkot dinilai memiliki dampak yang sangat kecil terhadap total konsumsi BBM masyarakat Malang secara keseluruhan, apalagi kebijakan ini hanya diterapkan pada hari Jumat.

Baca Juga:
Tongkat Komando Korem 083/Baladhika Jaya Resmi Berganti, Kini Dijabat Oleh Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus

"Efektif itu jika sesuatu kebijakan nanti itu berdampak kepada tujuan utama. Efektif itu harus diukur tepatan dengan secara kuantitatif," jelas Prof. Slamet, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa tanpa rekam data konsumsi BBM yang valid sebelum dan sesudah kebijakan, klaim keberhasilan sulit dibuktikan.

"Tujuan utama ini adalah penghematan konsumsi BBM bagi ASN, khususnya pemkot. Pertanyaan kemudian adalah berapa sih pegawai pemkot persentasenya dari total masyarakat Malang misalnya. Apalagi saya lihat cukup hari Jumat saja. Nah itu kalau berubah sangat kecil sekali," imbuhnya.

Foto Pakar ekonomi UIN Malang, Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D., menilai anjuran bersepeda bagi ASN tidak efektif dalam mengurangi penggunaan BBM. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Pakar ekonomi UIN Malang, Prof. H. Slamet, S.E., M.M., Ph.D., menilai anjuran bersepeda bagi ASN tidak efektif dalam mengurangi penggunaan BBM. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baca Juga:
PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Kaprodi Program Doktor Ekonomi Syariah UIN Malang tersebut menegaskan bahwa tanpa assisting data, kebijakan ini sulit dinilai secara objektif.

"Ada tidak data assisting penggunaan ini? Berapa? Itu yang pertama. Sehingga saya katakan tadi kurang efektif atau mungkin bahkan tidak efektif gitu," ucapnya.

"Secara kuantitatif enggak ada, enggak bisa diukur gitu. Ya bukan enggak bisa, belum ada keukuran. Data konsumsi bagi teman-teman ASN di Pemkot itu, satu minggu berapa sih dia beli? BBM itu terekam tidak? Terecord tidak? Kan tidak ada," tambahnya.

Alih-alih menjadikan penghematan BBM sebagai target utama, Prof. Slamet menyarankan agar program ini diarahkan sebagai investasi kesehatan. Jika ASN sehat, produktivitas kerja akan meningkat secara alami, sementara penghematan BBM menjadi efek samping positif.

"Berbeda jika kebijakan untuk meningkatkan investasi kesehatan bagi ASN, itu tak acungi jempol. Nah itu bagus kalau tujuan ke sana. Sehingga BBM itu, penggunaan BBM jangan dijadikan tujuan, tapi dijadikan dampak saja," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penghematan bahan bakar hanyalah efek samping kecil yang bisa diperoleh dari kebiasaan sehat tersebut.

"Dampaknya adalah penggunaan orang tidak membeli BBM. Atau paling tidak, jumat itu menghemat setengah liter lah bagi teman-teman yang bawa motor gitu ya, tapi yang bawa sepeda mobil, bisa jadi taruh lah satu liter atau sampai dua liter lah," tambah Prof. Slamet.

Prof. Slamet menekankan bahwa bersepeda tidak bisa dipaksakan kepada semua orang karena berkaitan erat dengan minat dan kesiapan fisik masing-masing individu.

"Orang bersepeda itu hobi. Termasuk saya ini juga gowes. Ini hobi. Nah, tidak semua orang itu suka sepeda. Satu. Yang kedua, kondisi fisik. Seseorang. Sama-sama muda, itu belum tentu suka," jelas Prof. Slamet.

Selain faktor personal, tantangan geografis Kota Malang yang berbukit juga menjadi kendala nyata bagi para ASN yang tinggal jauh dari kantor.

"Yang kedua, dari sisi rumah, jarak. Topografi Malang itu bukan rata, tapi naik turun, sifatnya anjuran bukan kewajiban," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti budaya masyarakat yang belum sepenuhnya menghargai pengguna jalan non-motor.

"Infrastruktur ramah lingkungan yang di lalu lintas ini. Karena perilaku masyarakat kita itu tidak peduli, tidak menghargai orang berjalan kaki maupun bersepeda itu," ungkapnya.

Sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan, Prof. Slamet mendorong optimalisasi transportasi umum seperti Trans Jatim. Ia menyarankan adanya skema insentif, misalnya potongan harga bagi ASN yang menggunakan moda transportasi publik untuk berangkat kerja.

"Bagaimana ini bisa jalan dan seterusnya. Bahasa lain itu dalam teori kita ada multiplier effect. Kebijakan ini akan memunculkan kebijakan yang lain. Itu nggak bisa berdiri sendiri. Kebijakan Pak Wali tidak bisa berdiri sendiri," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Penyaluran Bantuan Kerohiman Tahap Kelima Disosialisasikan di Pendopo Kecamatan Jangkar Situbondo

Baca Selanjutnya

Dari Kota Sejuk ke Kota Sibuk, Zulkifli Amrizal Kenang Perubahan Malang Sejak 1983

Tags:

Kebijakan bersepeda ASN Kota Malang Wali Kota Malang Pakar Ekonomi  Prof Slamet UIN Malang UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

15 April 2026 09:50

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

15 April 2026 09:40

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

15 April 2026 09:23

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

14 April 2026 22:02

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

14 April 2026 21:32

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

Dulu Dicap Hobi Tawuran, SMKN 4 Malang Kini Cetak Rekor 64 Siswa Lolos SNBP dan Juara LKS 2026

14 April 2026 14:37

Dulu Dicap Hobi Tawuran, SMKN 4 Malang Kini Cetak Rekor 64 Siswa Lolos SNBP dan Juara LKS 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar