Memori Kebangkitan Pasca Krisis Moneter Tersimpan Apik di Museum Bank Indonesia

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

25 Sep 2025 17:53

Thumbnail Memori Kebangkitan Pasca Krisis Moneter Tersimpan Apik di Museum Bank Indonesia
Kerangka motor yang telah hangus terbakar akibat krisis moneter, tersimpan di Museum BI. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Memori-memori terkait masa krisis moneter di Indonesia dari masa ke masa masih tersimpan apik di Museum Bank Indonesia. Perpaduan arsip, dokumentasi, hingga benda-benda bersejarah menjadi ingatan kolektif tentang perjalanan bangsa yang bangkit dari masa-masa sulit.

Kepada rombongan wartawan dari Bank Indonesia Wilayah Malang, Tri Kanti Wigati sang Edukator Museum BI menceritakan jatuh bangun kondisi perekonomian di Indonesia. Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia mengalami hiperinflasi akibat politik mercusuar.

Selain itu terdapat sebuah ruang yang menunjukkan bukti yang mencekam peristiwa krisis moneter tahun 1997 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Peristiwa tersebut tak hanya membawa carut marutnya perekonomian di Indonesia namun kerusuhan besar di tahun selanjutnya yang dikenal dengan peristiwa Mei 1998.

"Di ruangan ini kami menyimpan kerangka sepeda motor yang asli, jadi bukan duplikasi, tapi benar-benar benda yang ditemukan pasca kerusuhan akibat krisis moneter di tahun 1998," ucap Kanti kepada rombongan.

Baca Juga:
Lanjutkan Pertumbuhan Ekonomi Jatim, Gubernur Khofifah Ungkap Berbagai Hal Strategis Hadapi Dinamika Global

Bukan hanya kerangka sepeda motor yang telah hangus terbakar, di ruangan tersebut juga menyimpan sisa-sisa sepatu, topi, tas, dan beragam aksesoris yang menjadi saksi bisu kerusuhan. 

"Kami juga membuat peta, tentang titik-titik mana saja yang telah terjadi kerusuhan saat itu," lanjutnya.

Foto Edukator Museum BI ketika menceritakan titik kerusuhan dan bangkitnya Indonesia dalam menghadapi krisis moneter. (Foto: Lutfia/Ketik)Edukator Museum BI ketika menceritakan titik kerusuhan dan bangkitnya Indonesia dalam menghadapi krisis moneter. (Foto: Lutfia/Ketik)

Saat terjadi krisis moneter, BI tak dapat berhenti menerima telefon dari bank-bank yang kehabisan uang. Bahkan banyak uang masyarakat yang tersimpan dalam bank, terancam hilang.

Baca Juga:
BI Maluku Utara dan Pemkab Halsel Bahas Stabilitas Harga Jelang Idul Fitri

"Orang-orang jadi kebingungan dan BI menjadi sibuk menerima laporan tentang berbagai keadaan di bank. Saat itu pejabat BI terus mengadakan rapat membicarakan situasi di bank-bank dan berusaha menyelesaikan masalah yang timbul," jelas Kanti.

Perlahan tapi pasti, BI bersama pemerintah mencoba bangkit dari krisis. Pemerintah melakukan reformasi BI dan perbankan melalui UU Nomor 23 tahun 1999. Regulasi ini menetapkan BI sebagai bank sentral independen yang bertugas memelihara kestabilan nilai rupiah.

BI kembali menjalankan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mengatur dan mengawasi bank.

Kembalinya BI menjadi bank independen hingga berhasil membantu pemerintah keluar dari krisis moneter pun berbuah manis. Krisis moneter mengantarkan pemerintah dan BI mencapai sebuah kerangka dasar sistem perbankan Indonesia atau Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

"Krisis yang terjadi pada periode sebelumnya mendatangkan hikmah. Status independensi bank sentral merupakan salah satu butir program reformasi dan restrukturisasi ekonomi dan keuangan yang mutlak diperlukan dalam menghadapi krisis," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

BPK RI Tekankan Penguatan Penanggulangan TBC di Bondowoso

Baca Selanjutnya

Wali Kota Surabaya Komitmen Wujudkan Kota Sehat Nasional

Tags:

Museum Bank Indonesia Museum BI Bank Indonesia Krisis Moneter Kebangkitan dari Krisis Moneter Krisis Moneter 1997

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

15 April 2026 19:41

DLH Kota Malang Petakan 39 TPS Tak Layak, Dorong Standarisasi Atap dan Fasilitas Lindi

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

15 April 2026 17:57

DPRD Kota Malang Ikut Kawal 4 Usulan Ranperda, Atur Pencegahan Narkoba Hingga RTH

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

15 April 2026 16:31

33 Pegawai Lapas Perempuan Malang Naik Pangkat, Jadi Momen Gebrakan Inovasi

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

15 April 2026 14:28

Tersorot Usai KPK OTT Bupati Tulungagung, Wahyu Hidayat: Kota Malang Tidak Seperti Itu!

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H