Melihat Sejarah dan Religiusitas Wong Samin

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

30 Des 2024 11:45

Thumbnail Melihat Sejarah dan Religiusitas Wong Samin
Tugu prasasti Sedulur Sikep Samin di Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Instagram @saminbojonegoro)

KETIK, MALANG – Ajaran Samin disebarluaskan oleh Raden Kohar atau Samin Surosentiko yang masih berada dalam garis keturunan seorang bangsawan yakni Kyai Keti dari Rajekwesi, Bojonegoro.

Raden Kohar mengganti namanya menjadi Samin supaya tidak tercipta sekat-sekat antara ia dan rakyat kecil. Sedangkan Surosentiko adalah tambahan ketika ia menjadi guru kebatinan.

Pada 1890an Ki Samin menyebarluaskan ajarannya di Desa Klopoduwur, Blora dan menyebabkan banyak warga di desa lain seperti Tapelan, Bojonegoro ikut berguru kepadanya.

Laku tapabrata atau melakukan tirakat, bersemedi, mengantarkan Samin Surosentiko meraih wahyu berupa kitab Kalimosodo yang mengundang semakin banyak pengikut. Ada pengadaptasian dan kemiripan dalam ajaran Samin dengan kisah pewayangan. Diduga ini dilakukan guna memitoskan ajaran tersebut supaya dapat dipegang teguh oleh pengikutnya.

Religiusitas Wong Samin bisa dilihat pada cara mereka memahami hakikat menjadi manusia. Antara religiusitas dan hakikat manusia merupakan dua hal yang saling berhubungan dan berpengaruh untuk dapat mencapai kesempurnaan hidup atau ngerti uripe.

Apa yang mereka jalani, untuk dapat menjadi atmajaya atau anak yang mulia. Cara yang bisa dilakukan ialah dengan menjadi pribadi yang lebih sabar dan giat.

"Lakonana sabar trokal, sabare dieling-eling, trokale dilakoni," atau berarti kerjakanlah sikap sabar dan giat, selalu ingat tentang kesabaran dan giat dalam kehidupan.

Kesabaran yang diimbangi dengan tekun dalam berusaha serta mampu mengontrol keluar-masuknya emosi merupakan jalan yang bisa diraih untuk mencapai pemaknaan mengenai hakikat manusia. Inilah mengapa Ki Samin gemar bersemedi, selain untuk melatih kesabaran juga memusatkan pikiran supaya lepas dari segala bentuk penderitaan.

Dalam ajaran Samin, seseorang harus adyatmika, mendapatkan terang untuk jasmani dan rohaninya. Ki Samin pernah menyampaikan perihal jatmika yakni sikap tenang, teduh dan mandiri dengan dihubungkan oleh aktivitas fisik kepada pengikutnya.

Terdapat lima saran perihal jatmika. Seperti jatmika dalam kehendak adalah sikap yang dilandaskan pada pengendalian diri. Jatmika dalam beribadah disertai pengabdian ke sesama makhluk, jatmika mawas diri untuk keseimbangan diri dan lingkungan, jatmika dalam menghadapi bencana sebagai cobaan untuk makhluk-Nya, dan terakhir adalah jatmika sebagai pegangan budi sejati.

Kejatmikaan ini digunakan oleh Wong Samin untuk menyelesaikan dan menghadapi permasalahan hidup yang tidak jarang disebabkan karena kerapuhan diri.

Ajaran seperti inilah yang menjadi pegangan hidup Wong Samin, tidak hanya mengatur hubungan tentang diri sendiri saja, namun pencapaian menuju Tuhan dan juga kepada sesama makhluk termasuk alam semesta.

Keseimbangan yang terjadi antara diri sendiri, manusia, alam dan Tuhan harus sejalan beriringan tanpa adanya berat sebelah. Oleh karena itu mereka mempunyai keyakinan untuk selalu mewawas diri, mengoreksi diri sendiri secara jujur perihal tingkah laku terhadap alam dan keseimbangan di dalamnya.

Kita bisa melihat ajaran Samin ini sebagai salah satu referensi untuk bertingkah laku kepada sesama manusia. Ada jatmika yang mengatur manusia untuk melakukan pengendalian diri, mereka tidak diperbolehkan untuk mengganggu orang seperti bertengkar dan iri hati. Tindakan tersebut hanya menjadikan manusia menuju ketidakbahagiaan, bahwa setiap manusia pasti mempunyai porsi tersendiri yang sudah dipersiapkan.

Hal ini juga beriringan dengan larangan untuk mengambil barang orang lain tanpa seijinnya. Ajaran inilah yang besar kemungkinannya menjadi dasar mengapa terdapat sekelompok masyarakat Samin yang kukuh untuk mempertahankan alam pertaniannya ketika terjadi konflik dengan salah satu pabrik semen.

Referensi: Mukodi, D., & Burhauddin, A. (2015). Pendidikan Samin Surosentiko. Yogyakarta: Lentera Kreasindo.

Baca Juga:
Menjaga Api Kejujuran di Tengah Zaman: Bambang Sutrisno dan Warisan Sunyi Ajaran Samin
Baca Sebelumnya

8 Korban Kecelakaan di Tol Pandaan-Malang Masih Dirawat di RSSA, Begini Kondisinya

Baca Selanjutnya

Erupsi Gunung Raung, Hujan Abu Menimpa Empat Desa di Bondowoso

Tags:

Samin Ajaran Hidup Samin Wong Samin Hakikat Hidup

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar