Mahasiswa UB Kenalkan Budidaya Jamur Tiram Desa Morang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

4 Agt 2023 02:19

Thumbnail Mahasiswa UB Kenalkan Budidaya Jamur Tiram Desa Morang
Mahasiswa yang mengikuti program MMD di Desa Morang (foto: Afinsya, Mahasiswa MMD)

KETIK, MALANG – Mahasiswa Universitas Brawijaya yang mengikuti program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) mencoba membangun literasi digital di Desa Morang, Kabupaten Madiun Jawa Timur. Pada program tersebut, para mahasiswa memilih mengenalkan budidaya jamur tiram yang sempat terhenti.

Salah satu mahasiswa, Afinsya telah melakukan wawancara dengan pemilik usaha jamur tiram. Hasil wawancara tersebut digunakan untuk penyebaran informasi budidaya jamur tiram milik Desa Morang.

"Hasil dari wawancara dengan pengusaha jamur nantinya dimasukkan dalam salah satu program MMD, yaitu literasi digital," ujarnya, Jumat (4/8/2023).

Ia bersama kelompoknya mendokumentasikan hasil peliputan tersebut melalui akun media sosial yang telah mereka buat. Diharapkan publikasi tersebut dapat mengenalkan potensi Desa Morang kepada masyarakat. 

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

"Ada Instagram desa untuk menyebarkan informasi dan wadah UMKM Desa Morang. Harapannya mampu meningkatkan minat baca masyarakat serta mengangkat produk UMKM di Desa Morang," tambahnya.

Foto Budidaya jamur tiram di Desa Morang (foto: Afinsya, Mahasiswa MMD)Budidaya jamur tiram di Desa Morang (foto: Afinsya, Mahasiswa MMD)

Di lain sisi, salah satu pengusaha jamur tiram di Desa Morang, Lejar mengatakan budidaya jamur tiram membutuhkan teknik khusus. Pasang surutnya hasil panen sering disebabkan oleh faktor cuaca yang berpengaruh pada kelembaban jamur. Alhasil, banyak pengusaha jamur yang menutup usaha budidaya jamur tiram.

“Budidaya jamur ini dikembangkan dengan cara membeli bibit yang dipesan dari Yogyakarta. Kemudian saya mengembangbiakkan secara mandiri dengan media tanam dari serbuk gergaji," ujarnya

Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Pria yang menggeluti budidaya jamur tiram hingga 10 tahun tersebut mengaku kesulitan dalam melakukan budidaya. Beruntungnya, ia berhasil menemukan metode yang pas supaya hasil budidaya tetap berjalan meskipun saat musim kemarau.

"Beberapa teman ada yang mencoba tapi banyak yang menyerah karena kurang konsisten. Menemukan metode budidaya juga sulit apalagi saat musim kemarau. Saya berhasil menemukan metode yang tepat agar jumlah panen tetap stabil ketika musim kemarau. Caranya dengan disiram pada saat cuaca sedang terik,” terangnya.

Panen jamur tiram biasa dilakukan saat pagi hari. Hasil panennya seringkali terjual habis di pasaran. Ia biasa menjajakan jamur tiramnya ke pedagang keliling maupun dikirim langsung ke pasar.

“Untuk panen biasanya dilakukan setiap pagi secara manual. Hasil panen langsung diambil oleh pedagang keliling dan sebagian dikirim ke pasar. Saya terbiasa kirim ke Pasar Morang, Cermo, yang paling jauh serta terbanyak ada di Gondosuli," sambungnya.

Lejar berharap usaha jamur tiram miliknya dapat bertahan dan meningkatkan perekonomian keluarganya. Besar harapannya untuk dapat berbagi ilmu yang ia miliki kepada calon pengusaha jamur tiram lainnya.

"Harapan saya semoga bisnis ini dapat menambah ekonomi keluarga. Saya juga mempersilahkan siapa saja untuk belajar mengenai budidaya jamur tiram kepada saya. Akan saya ajarkan ilmu yang sudah saya miliki,"tutup Lejar.(*)

Baca Sebelumnya

Ini 10 Karya Sayembara Logo Porprov VIII Jatim yang Lolos

Baca Selanjutnya

HUT RI, Finalis Putri Nusantara Ajak Millenial Bikin Bangga Indonesia

Tags:

Desa Morang MMD Universitas Brawijaya Jamur Tiram

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

15 April 2026 13:54

Kejar Perbaikan Jalan, Pedagang Pasar Gadang Wajib Pindah Hingga 25 April 2026

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar