Kayutangan Heritage Dinilai Ramai, tapi Lemah Konsep Sejarah

Jurnalis: Zanavia Javasta
Editor: Dendy Ganda Kusumah

13 Jan 2026 14:46

Thumbnail Kayutangan Heritage Dinilai Ramai, tapi Lemah Konsep Sejarah
Pencinta cagar budaya Malang, Restu Respati, berharap Kayutangan Heritage bisa lebih dari sekadar ruang komersial. (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kawasan Kayutangan Heritage dinilai sukses sebagai destinasi keramaian dan penarik kunjungan wisata, tapi masih lemah dari sisi heritage. Penilaian tersebut diungkapkan pencinta cagar budaya Malang, Restu Respati.

Menurut Restu, kemunculan Kayutangan Heritage tidak bisa dilepaskan dari tren pengembangan kota tua yang marak di sejumlah daerah. 

“Beberapa tahun terakhir, kota-kota di Indonesia berlomba membuat destinasi wisata berbasis kawasan tua atau heritage. Jakarta, Bandung, Semarang, bahkan Yogyakarta sudah lebih dulu,” ujarnya.

Ia mengakui Pemerintah Kota Malang cukup responsif membaca tren tersebut. “Saya akui Pemkot Malang cepat tanggap mengambil sesuatu yang sedang in. Dari situ lahir Kayutangan Heritage,” katanya.

Baca Juga:
Billboard Film 'Aku Harus Mati' JPO Kayutangan Dicopot, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Izin

Namun, Restu menilai konsep yang diusung masih sebatas branding dan belum menyentuh esensi sejarah kawasan.

 “Kalau bicara konsep, sejujurnya Kayutangan Heritage ini tidak punya konsep heritage yang kuat. Tidak ada kurasi yang jelas,” tegasnya.

Restu menilai keberhasilan Kayutangan lebih terlihat sebagai ruang keramaian dibanding kawasan pelestarian sejarah. 

“Sebagai destinasi keramehan, ini berhasil. Untuk mendongkrak PAD, mungkin juga tercapai. Tapi dari sisi keheritage-an, menurut saya sama sekali tidak masuk,” ucapnya.

Baca Juga:
Pecinta Sejarah Kota Malang Kritik Busana Khas Bernuansa Kolonial, Dinilai Tak Pas untuk Pribumi

Ia juga menyoroti keseragaman usaha di kawasan tersebut. Menurutnya, dominasi kedai kopi tanpa diferensiasi justru mengaburkan identitas Kayutangan sebagai kawasan bersejarah. 

“Jualannya seragam. Tidak jauh beda dengan deretan kedai kopi di kawasan lain seperti Dau atau Sudimoro. Tidak ada diversifikasi,” katanya.

Restu menyebut seharusnya Kayutangan Heritage mampu mengangkat kekhasan sejarah ekonomi Malang, khususnya sebagai kota perkebunan kopi pada masa kolonial.

 “Kalau memang jadi kawasan kopi, harusnya yang diangkat kopi-kopi Malang. Sejarah Malang sebagai kota modern itu salah satunya ditopang oleh kopi, selain gula,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa pada masa Hindia Belanda, Malang berkembang sebagai pusat perkebunan kopi yang strategis. 

“Pemerintah kolonial saat itu juga sangat berkepentingan dengan hasil kopi. Itu fakta sejarah yang seharusnya diangkat,” tambahnya.

Menurut Restu, penguatan konsep berbasis sejarah lokal akan membuat Kayutangan Heritage tidak sekadar menjadi ruang komersial, tetapi juga ruang edukatif. 

“Kalau hanya ramai tapi tidak punya ciri khas, ya hanya numpang tren. Heritage itu seharusnya punya narasi dan identitas yang kuat,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Belum Optimal, Dishub Kota Batu Beberkan Kendala Penerapan Gate Parkir Alun-alun

Baca Selanjutnya

Wabup Situbondo Buka Ajang Campus Expo SMA-MA Tahun 2026

Tags:

Kayutangan Heritage kayutangan Restu Respati

Berita lainnya oleh Zanavia Javasta

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

23 Februari 2026 20:29

Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

21 Februari 2026 19:41

Daftar Lengkap Peserta Lolos Seleksi Jalur Prestasi MTsN 1 Kota Malang, Cek Namamu!

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

21 Februari 2026 18:41

Jangan Khawatir! MTsN 1 Kota Malang Buka Gelombang 2 PMBM, Catat Jadwalnya

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

20 Februari 2026 20:32

Siswi SDN Sawojajar 5 Kota Malang Sabet Medali Emas di Ajang Internasional AISEEF 2026

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

19 Februari 2026 17:45

Jadi Ketum IKA ITN, Ini Kabinet Inti Wahyu Hidayat Wujudkan Visi Kolaborasi

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

19 Februari 2026 15:34

Masjid FK UB Gelar Cek Kesehatan Gratis, Ajak Masyarakat Sehat Bugar Jalani Puasa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar