Kayutangan Heritage Dinilai Masih Lemah dalam Perlindungan Bangunan Bersejarah

Editor: Dendy Ganda Kusumah

14 Jan 2026 11:58

Thumbnail Kayutangan Heritage Dinilai Masih Lemah dalam Perlindungan Bangunan Bersejarah
Pencinta cagar budaya Malang, Restu Respati, menilai perlindungan bangunan bersejarah di Kayutangan Heritage masih lemah (Foto: Dendy/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pengembangan kawasan Kayutangan Heritage dinilai belum menyentuh aspek paling mendasar dari sebuah kawasan cagar budaya, yakni perlindungan dan perawatan bangunan-bangunan peninggalan kolonial. Hal tersebut disampaikan pencinta cagar budaya Malang, Restu Respati.

Menurut Restu, konsep yang diusung Kayutangan Heritage sejauh ini lebih menonjolkan aktivitas ekonomi dan keramaian. Namun, ia menambahkan, belum terlihat adanya upaya pelestarian fisik bangunan bersejarah. 

"Heritage ini tidak menyentuh sama sekali bangunan-bangunan yang ada, terutama bangunan peninggalan kolonial,” ujar Restu.

Menurutnya, dari hasil surveinya ke sejumlah kedai kopi di kawasan Kayutangan, ditemukan banyak perubahan pada struktur bangunan lama. Padahal bangunan ini memiliki nilai sejarah tinggi.

Baca Juga:
Billboard Film 'Aku Harus Mati' JPO Kayutangan Dicopot, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Tegaskan Tidak Pernah Terbitkan Izin

“Di dalam bangunannya sudah banyak yang diubah. Beberapa ruangan dibobol, dihancurkan, lantainya diganti,” kata Restu.

Menurutnya, jika Kayutangan benar-benar ingin dikembangkan sebagai kawasan heritage, perubahan-perubahan tersebut seharusnya tidak diperbolehkan. 

“Kalau ini disebut mengutamakan heritage, harusnya tidak boleh seperti itu,” tegasnya.

Selain itu, Restu juga menyoroti minimnya upaya perawatan bangunan lama. Menurutnya, tidak adanya kejelasan terkait perawatan rutin bangunan, seperti pengecatan, perbaikan, maupun konservasi material lama. 

Baca Juga:
Pecinta Sejarah Kota Malang Kritik Busana Khas Bernuansa Kolonial, Dinilai Tak Pas untuk Pribumi

“Perawatan bangunannya bagaimana? Itu yang tidak terlihat,” ujarnya.

“Kalau pemerintah tidak punya anggaran, bisa dicarikan CSR. Itu harus diupayakan,” ia menambahkan.

Selain itu, Restu juga menyoroti penataan visual kawasan yang dinilai belum mencerminkan karakter heritage. Ia menilai keberadaan papan reklame dan atribut komersial perlu diatur lebih ketat. 

“Papan-papan reklame harus mulai ditata, supaya yang benar-benar ditonjolkan adalah nilai heritagenya,” jelasnya.

Menurut Restu, tanpa perlindungan bangunan dan penataan yang serius, Kayutangan Heritage berisiko hanya menjadi kawasan komersial biasa dengan label heritage semata. 

“Heritage itu bukan sekadar nama, tapi harus terlihat dari bangunan, perawatan, dan penataannya,” Restu menandaskan. (*)
 

Baca Sebelumnya

Cara Mendaftar SNPMB 2026, Pastikan Semua Tahapan Terisi

Baca Selanjutnya

Pemkab Lebak Anggarkan Rp555 Juta untuk Pasar Murah, Ini Rinciannya

Tags:

kayutangan Kayutangan Heritage Restu Respati

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar